Scroll Untuk Baca Artikel
News Update

5 Fakta Terungkap Usai Tewasnya Salah Satu Santri di Kediri, Almarhum Sempat Mengirimkan Pesan

×

5 Fakta Terungkap Usai Tewasnya Salah Satu Santri di Kediri, Almarhum Sempat Mengirimkan Pesan

Sebarkan artikel ini
Meninggalnya santri Kediri
Santri Kediri meninggal dunia dengan dugaan penganiayaan. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang murid dari Pondok Pesantren Al Hanifiyah di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan inisial BBM (14) telah meninggal dunia pada Jumat (23/2/2024), dengan dugaan bahwa ia telah menjadi korban kekerasan dari sesama murid.

Murid yang berasal dari Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi ini dikembalikan ke rumahnya oleh pihak pondok pesantren dalam keadaan sudah meninggal. Ketika jenazahnya dikirim pulang, pengurus pondok pesantren mengatakan bahwa korban meninggal karena terpeleset.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Namun dari pihak keluarga korban merasa curiga karena terdapat luka memar pada tubuh korban. Berikut 4 fakta terungkap dari kejadian tewasnya santri di Kediri yang ternyata menyimpan sebuah misteri.

BACA JUGA: Meninggal dalam Mobil dengan Kepala Terbungkus Plastik, Mahasiswi Unair Tinggalkan 2 Surat Wasiat

5 Fakta Tewasnya Santri Kediri

Empat Santri Jadi Tersangka

Menyusul aduan dari keluarga korban, polisi melakukan penyelidikan di lokasi kejadian serta memeriksa beberapa saksi. Setelah proses penyelidikan dan penyidikan, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka, yang semuanya merupakan senior dari korban.

Keempat tersangka tersebut adalah MN (18), seorang santri kelas XI dari Sidoarjo; MA (18), seorang santri kelas XII dari Nganjuk; AF (16), seorang santri dari Denpasar; dan AK (17), seorang santri dari Surabaya. Mereka telah ditahan oleh pihak berwenang.

Para tersangka dihadapkan pada Pasal 80 Ayat 3 dari perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak, Pasal 170 KUHP tentang penggunaan kekerasan terhadap orang atau barang, dan Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana yang dilakukan secara berulang yang mengakibatkan kematian.

Faktor Kesalahpahaman

Menurut Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, motif dari para tersangka adalah karena adanya kesalahpahaman di antara para santri, demikian informasi berdasarkan pemeriksaan awal.

Ponpes Mengaku Tidak Tahu Soal Penganiayaan

Pengelola Pondok Pesantren juga telah mengungkapkan pandangan mereka tentang kematian korban yaitu terjadi lantaran penganiayaan sesama murid.Pengasuh Pondok Pesantren Al Hanifiyah, Fatihunada, menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui tentang dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian muridnya.

Menurutnya, mereka hanya menerima laporan dari pengurus bahwa korban meninggal karena terpeleset di kamar mandi.

Tinggalkan Balasan