Semarang, 25/10 (BeritaJateng.tv) – Pemkot Semarang meminta para pengembang untuk segera menyerahkan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) kepada pemerintah agar bisa dikelola dengan baik.
Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, usai sosialisasi Serah Terima PSU Perumahan di Kota Semarang, di Ruang Komisi A Gedung Moch. Ichsan lantai 8, Balaikota Semarang, Selasa (25/10).
“Ini adalah kewajiban para pengembang untuk menyerahkan PSU kepada Pemkot Semarang melalui Disperkim,” kata Ita, sapaan akrabnya.
Ita menyebutkan jika PSU tidak diserahkan kepada Pemkot, akibatnya jika ada kerusakan maka Pemkot tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan perbaikan.
Jika hal terjadi maka akan lebih merugikan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Bahkan kadang kala, Pemkot yang dipersalahkan oleh masyarakat padahal jelas PSU tersebut belum diserahkan kepada Pemkot.
“Misalnya dulu yang ada di Plamongan itu belum diserahkan ke kami maka Pemkot juga tidak bisa melakukan perbaikan karena haknya belum diserahkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan secara keseluruhan jumlah PSU yang ada di Kota Semarang adalah 159 dan baru 58 yang diserahkan.
Pemkot sendiri terus melakukan sosialisasi kepada para pengembang untuk segera menyerahkan PSU kepada pemerintah.
Dengan adanya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Ali berharap bisa segera melakukan percepatan penyerahan PSU sehingga akan bisa menambah aset milik Pemerintah Kota Semarang.
“Salah satu upayanya kita dengan melakukan sosialisasi agar semua pengembang yang ada di Kota Semarang bisa menyerahkan ke Pemkot Semarang. Apalagi kita juga di monitor terus oleh KPK terkait dengan PSU ini,” kata Ali.
PSU yang terdiri dari fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) ini memiliki banyak kriteria. Sementara yang sudah diserahkan kepada Pemkot adalah jalan, saluran, hingga penerangan jalan umum (PJU).





