Jateng

670 Tangki Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kabupaten Semarang

×

670 Tangki Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kabupaten Semarang

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Muhamad Muslih, di Kabupaten Semarang, Senin 19 Oktober 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Muhamad Muslih, di Kabupaten Semarang, Senin 19 Oktober 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Muhamad Muslih mengatakan, musim kemarau di wilayah tersebut berlangsung lebih panjang.

“Sebagian besar wilayah Kabupaten Semarang akan memasuki musim hujan  pada bulan Desember 2026 nanti,” katanya di Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin 19 Oktober 2026.

Muslih mengatakan, dampak kekeringan saat ini sudah berlangsung selama kurang lebih lima bulan.

Kondisi kekeringan ini mengakibatkan meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan serta krisis air bersih yang warga alami.

“Sudah ada penyaluran air bersih hingga 18 Oktober 2026  sudah mencapai 11 kecamatan, 42 desa dan 66 dusun,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Semarang, ucap Muslih, terus beruapaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian untuk masyarakat yang terdampak kekeringan.

BACA JUGA: Minim Rumput Hijau saat Kekeringan Panjang, Petani Blora Berburu Jerami Kering untuk Pakan Sapi

Dia bilang, anggaran Pemkab Semarang untuk menyiapkan cadangan air bersih bagi masyarakat terdampak pada APBD tahun 2026 hanya mencapai 300 tangki air bersih.

Dari jumlah tersebut, kata Muslih, cadangan air bersih yang telah tersalur baru sekitar 160 tangki atau menyisakan 140 tangki.

Meski begitu, dia bilang, total penyaluran air di wilayah Kabupaten Semarang sudah mencapai 670 tangki.

“Selebihnya, sebanyak 500 tangki air bersih merupakan bantuan dan dukungan relawan, instansi vertikal hingga lembaga- lembaga yang ada di Kabupaten Semarang,” katanya.

BACA JUGA: Kronologi Kebakaran TK Mekarsari 02 Klepu Kabupaten Semarang, Akibat Pembakaran Sampah?

BPBD Kabupaten Semarang, kata Muslih, dengan kemampuan armada empat unit mobil tangki, terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Setiap hari, kata Muslih, satu armada mobil tangki air bersih rata- rata melakukan tiga kali penyalura air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.

“Artinya per hari BPBD Kabupaten Semarang melaksanakan 12 kali penyaluran air bersih,” ucap dia.

Operasional mobil tangki BPBD Kabupaten Semarang tersebut, kata dia, belum termasuk dukungan lain. Di antaranta para relawan serta instansi vertikal lain yang turut membantu mengatasi krisis air bersih.

Muslih berharap cadangan 140 tangki air bersih dari APBD yang tersisa bisa mencukupi.

Namun demikian, kata dia, Bupati Semarang mengambil kebijakan untuk menggunakan Dana Tidak Terduga (DTT) bilamana kebutuhan air bersih tak mencukupi.

“Prinsipnya, agar masyarakat di Kabupaten Semarang jangan sampai kekurangan air bersih akibat dampak El Nino kali ini,” ucapnya. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp