BLORA, beritajateng.tv – Kekeringan selama sekira enam bulan membuat petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menghadapi persoalan. Baik untuk pertanian juga ternak mereka.
Tak hanya kesulitan mengolah lahan pertanian akibat kekeringan, mereka juga harus berjuang mencari pakan untuk ternak sapi. Minimnya rumput hijau memaksa petani berburu benggol jerami kering agar ternak tetap bisa makan.
Kondisi tersebut salah satunya Suyoto alami. Warga Desa Bergolo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora itu mengaku rumput segar semakin sulit warga temukan.
“Membeli rumput biayanya lebih besar. Harganya mahal dan jaraknya cukup jauh,” katanya, Senin, 19 Oktober 2026.
Bagi Suyoto, warga setempat yang memelihara tiga ekor sapi, mencari pakan kini menjadi pekerjaan yang menguras waktu dan tenaga.
BACA JUGA: Nekat! Motor Pegawai PDAM Blora Dicuri Saat Kunci Masih Menempel, Pelaku Sempat Ngobrol dengan Polisi
Setiap hari, dia harus mengumpulkan benggol jerami kering untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.
“Harus bolak-balik hingga tiga kali sehari demi mengangkut jerami,” ucap dia.
Upaya tersebut terpaksa dia lakukan karena persediaan pakan di rumahnya telah habis. Jerami maupun rumput yang biasanya dia kumpulkan setelah panen kini tidak lagi mencukupi kebutuhan ternak.
BACA JUGA: Kronologi Rumah di Jalur Blora – Cepu Ludes Terbakar, Kisaran Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Suyoto mengatakan, telah mencari benggol jerami sejak musim kemarau mulai berlangsung sekitar enam bulan lalu.
Kondisi ini menunjukkan betapa berat perjuangan petani untuk mempertahankan ternak di tengah terbatasnya sumber pakan.
Berharap Hujan Segera Turun
Suyoto berharap, hujan segera mengguyur wilayahnya. Dengan begitu, petani dapat kembali menggarap sawah dan tidak lagi kesulitan mencari pakan untuk ternak.
Bagi petani di Desa Bergolo, datangnya hujan bukan hanya penting untuk memulai kembali aktivitas pertanian. Akan tetapi juga untuk memulihkan ketersediaan rumput hijau yang menjadi sumber pakan ternak. (*)
Editor: Diaz A Abidin





