70 Persen Warga Semarang Bisa Lakukan Vaksin Booster Kedua

ASN Pemkot Semarang Melaksanakan Vaksinasi Booster Kedua di Balaikota Semarang, Selasa (24/1). (Ellya - BeritaJateng.tv)

SEMARANG, 26/1 (BeritaJateng.tv) – Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, M. Abdul Hakam mengatakan vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau booster kedua sudah bisa dilakukan disemua tempat fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Vaksinasi booster kedua ini sudah dibuka untuk umum mulai Selasa (24/1) kemarin.

Hakam mengatakan dari data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) sudah ada 70 persen warga Kota Semarang yang sudah bisa melakukan vaksinasi booster kedua tersebut.

Masyarakat yang sudah bisa melakukan vaksinasi dosis kedua ini adalah mereka yang sudah minimal enam bulan dari penyuntikan vaksin booster pertamanya.

Pihaknya berharap dengan banyaknya antusias masyarakat melakukan vaksinasi booster kedua ini maka akan bisa meningkatkan antibodi. Meskipun hingga saat ini data peningkatan antibodi di masyarakat belum muncul hasilnya.

“Booster kedua ini untuk lansia dan nakes sudah dilakukan dan capaiannya sudah 20 persen maka saat ini kita buka untuk umum. Semoga cakupannya tinggi sehingga antibodi warga juga semakin tinggi,” papar Hakam.

Hakam mengatakan dengan semakin tingginya antusias masyarakat melakukan vaksin booster kedua maka diharapkan kasus Covid-19 di Kota Semarang jumlahnya hanya sedikit tidak sampai puluhan bahkan ratusan kasus.

Vaksinasi booster kedua dibuka di 37 Puskesmas dan Public Safety Center (PSC) yang lokasinya berada di sebelah Rumah Dinas Walikota yang ada di kawasan Manyaran.

Hakam menjelaskan saat ini DKK Semarang memiliki ketersediaan vaksin sebanyak 4.566 dosis untuk jenis Pfizer dan 530 dosis untuk Indovac.

“Saat ini kita buka di faskes dulu, kalau di Mall kita lihat dulu antusias masyarakatnya, kalau respon bagus kita bisa buka di mall atau tempat umum lainnya. Karena SDM, stok vaksin dna lokasi sudah ready, makanya kita terus edukasi agar warga bisa segera melakukan vaksin,” bebernya.

Hakam menyampaikan untuk para tenaga kesehatan atau nakes dan lansia memang sudah lebih dulu dilakukan vaksinasi booster kedua, kerana kedua kategori tersebut memang telah terlebih dahulu melakukan vaksinasi sebelumnya. Sehingga untuk menjaga antibodi, kedua kategori ini diprioritaskan.

“Kalau nakes setiap hari bertemu dengan pasien dan yang lansia jika mereka punya komorbid maka harus di prioritaskan. Yang punya mobilitas tinggi juga segera melakukan vaksin karena ini untuk diri sendiri dan keluarga di rumah,” pungkasnya. (Ak/El)

 

Editor: Elly Amaliyah

Tinggalkan Balasan