Olahraga

Semarang Kuasai Kualifikasi Shorinji Kempo Porprov Jateng XVII 2026, Sabet 9 Emas dan Loloskan 21 Kenshi

×

Semarang Kuasai Kualifikasi Shorinji Kempo Porprov Jateng XVII 2026, Sabet 9 Emas dan Loloskan 21 Kenshi

Sebarkan artikel ini
Semarang Kuasai Kualifikasi Shorinji Kempo Porprov Jateng XVII 2026, Sabet 9 Emas dan Loloskan 21 Kenshi
Foto bersama atlet Semarang dalam kualifikasi Shorinji Kempo Porprov Jateng XVII 2026 di Salatiga. (Doc. KONI Kota Semarang)

SALATIGA, beritajateng.tv – Kontingen Shorinji Kempo Kota Semarang tampil gemilang dalam babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.

Bertanding di Auditorium UIN Salatiga, tim Ibu Kota Jateng ini sukses menyabet 9 medali emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Sekaligus mengantarkan mereka sebagai juara umum cabang olahraga bela diri asal Jepang tersebut.

Berkat pencapaian luar biasa ini, Kota Semarang memastikan tiket untuk 21 kenshi (atlet kempo). Yang akan berlaga di ajang multicabang empat tahunan itu pada tahun depan.

Prestasi ini mempertegas dominasi Semarang dalam cabang Shorinji Kempo di tingkat provinsi.

BACA JUGA: KONI Kota Semarang Beri Pelatihan Humas IOCO Untuk Optimalkan Publikasi Olahraga

Posisi kedua yakni tuan rumah, Kota Salatiga, yang mengoleksi 4 emas dan 3 perunggu.

Sedangkan peringkat ketiga Kota Surakarta raih dengan torehan 1 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.

Tim Kempo Kota Semarang meraih medali emas dari berbagai nomor pertandingan, antara lain:

1. Embu pasangan campuran yudansha (Katon/Cindy)

2. Embu pasangan yudansha putra (Katon/Syabiq)

3. Embu pasangan kyukenshi putra (Gilang/Rama)

4. Embu pasangan kyukenshi putri (Taty/Ermi)

5. Embu pasangan campuran kyukenshi (Rama/Taty)

6. Embu beregu kyukenshi putra

7. Embu beregu kyukenshi putri

8. Randori putri kelas 50 kg (Taty)

9. Randori putra kelas 55 kg (Bagas)

Secara keseluruhan, Kota Semarang berhasil menembus 16 dari 17 kelas/nomor yang pihaknya ikuti.

Dari total 19 nomor yang akan di pertandingkan pada Porprov 2026 mendatang. Semarang hanya absen pada dua nomor: randori putri 65 kg dan embu pasangan yudansha putri, karena keterbatasan atlet pada kategori tersebut.

Satu nomor lainnya, yakni embu pasangan yudansha putra, tidak di pertandingkan dalam kualifikasi. Karena tidak memenuhi syarat minimal peserta, yakni lima pasangan.

Nomor ini hanya di ikuti empat daerah, sehingga tidak sah untuk masuk perlombaan.