Olahraga

80 Persen Atlet Padel Masih Berasal dari Tenis, PBPI Jateng Kebut Pembinaan Usia Dini

×

80 Persen Atlet Padel Masih Berasal dari Tenis, PBPI Jateng Kebut Pembinaan Usia Dini

Sebarkan artikel ini
padel arena kota semarang
Pemain padel saat bermain di lapangan Portres Padel Arena Kota Semarang, Jumat, 5 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Pelti Akui Sebagian Pemain Tenis Beralih ke Padel

Sementara itu, Pengurus Persatuan Tennis Seluruh Indonesia (Pelti) Jawa Tengah, Deddy Soeryana, mengakui booming padel membawa dampak terhadap komunitas tenis. Sebagian pemain mulai beralih karena banyaknya turnamen padel dengan hadiah yang menarik.

“Booming padel sangat berpengaruh. Sebagian pemain-pemain tenis itu lari ke padel, terutama karena sering ada turnamen-turnamen padel yang hadiahnya cukup menggiurkan,” kata Deddy saat beritajateng.tv konfirmasi pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Meski begitu, ia menilai fenomena tersebut belum menjadi ancaman serius bagi olahraga tenis karena masih banyak atlet yang tetap memilih bertahan.

“Ada sebagian yang betul-betul beralih ke padel dan sudah tidak main tenis lagi. Tapi masih banyak juga yang tetap konsen di tenis, bahkan ada yang memang tidak mau bermain padel sama sekali,” ujarnya.

Menurut Deddy, tenis dan padel memiliki karakter permainan yang berbeda. Selain ukuran lapangan yang lebih kecil, padel juga memungkinkan bola memantul ke dinding sehingga strategi permainan menjadi berbeda dibanding tenis.

Dispora Kota Semarang Dukung Pembentukan Atlet Sejak Dini

Sebelumnya, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Fravarta Sadman, menyampaikan dukungan karena melihat semakin banyak anak-anak usia pembinaan tertarik mencoba olahraga padel.

Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar olahraga padel mulai diperkenalkan melalui kompetisi tingkat sekolah.

“Kami nanti akan mencoba menghubungi Dinas Pendidikan supaya bisa ada kejuaraan padel untuk anak-anak SD dan SMP,” ujar Fravarta.

BACA JUGA: Rekor Nasional! 800 Atlet Ramaikan Sirnas Padel Open Seri II di Semarang

Ia berharap pengelola lapangan turut menyediakan ruang dan waktu latihan khusus bagi anak-anak.

“Kami mengharap pemilik lapangan menyediakan fasilitas atau waktu untuk anak-anak usia dini yang berlatih. Saya melihat di beberapa lokasi sudah banyak anak-anak usia pembinaan yang mulai menyukai padel,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp