SEMARANG, beritajateng.tv – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah mulai menunjukkan perkembangan. Sejumlah bangunan koperasi telah berdiri di berbagai daerah, meski hingga kini masih banyak yang belum beroperasi.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jateng sekaligus Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah, Dwi Yasmanto, mengatakan pembangunan koperasi desa merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, program tersebut saling mendukung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau koperasi desa memang pembangunannya sudah mulai. Kami melihat sudah banyak, cuma memang belum banyak yang beroperasi. Harapan Pak Prabowo, perekonomian itu bergerak di tingkat bawah. Dengan dua program beliau, MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, supaya saling bersinggungan sehingga perekonomian bergerak di bawah,” kata legislator yang akrab dengan sapaan Yayan saat beritajateng.tv temui pada Jumat, 10 Juli 2026.
BACA JUGA: Viral Kopdes Merah Putih Berdiri di Tengah Bukit, Ini Penjelasan Pemdes Campurejo
Ia menjelaskan, tujuan utama kedua program tersebut adalah memperbanyak perputaran uang di desa sehingga tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.
Yayan mencontohkan, satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG melibatkan sekitar 30 relawan. Jika masing-masing menerima insentif sekitar Rp2 juta, maka terdapat sekitar Rp60 juta dana yang langsung beredar di masyarakat.
“Uang itu turun dari atas ke bawah, kemudian dibelanjakan di warung-warung sekitar tempat mereka tinggal. Ini yang diinginkan, agar perekonomian di bawah bergerak. Karena itu MBG dan Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat desa,” jelasnya.
Minta Evaluasi Lokasi Koperasi yang Ternilai Kurang Strategis
Meski mendukung program tersebut, Yayan mengakui masih terdapat sejumlah lokasi pembangunan koperasi yang memunculkan pertanyaan dari masyarakat.





