BLORA, beritajateng.tv – Banjir besar yang terjadi di Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Senin, 19 Mei 2025 malam lalu merendam ratusan rumah warga.
Selain merendam rumah, banjir juga merendam sekolah, fasilitas umum, hingga lahan pertanian di sekitarnya.
Menurut Farida Nur Hayati, Sekretaris Desa Mojorembun, warganya yang terdampak banjir nyaris sebanyak 400 KK atau sekitar 1.200 jiwa.
Pemerintah desa telah melakukan kegiatan evakuasi dengan bantuan para relawan bencana Desa yang sudah memperoleh pelatihan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora.
“Namun demikian kami masih kekurangan perahu karet, karena hanya satu. Kemarin itu di beberapa titik banjirnya ada yang sampai setinggi leher,” ungkap Farida saat beritajateng.tv temui, Kamis, 22 Mei 2025.
BACA JUGA: Sejumlah Kecamatan Kebanjiran, Tim Gabungan BPBD Blora Evakuasi Warga dengan Perahu Karet
Farida menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah daerah yang telah menyalurkan sembako dan mendirikan dapur umum di desanya.
“Untuk bantuan dari Pak Bupati, Ibu Wakil Bupati, kami ucapkan terima kasih. Dengan perhatian beliaunya, hari itu juga kami langsung mendapatkan bantuan, dan kami juga mendapatkan bantuan kesehatan dari puskesmas,” ujarnya.
Meski kondisi berangsur pulih, Farida menegaskan bahwa banjir tersebut berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang ada di wilayahnya.
“Yang pasti infrastruktur kami banyak yang rusak, untuk jalan sampai begitu. Terus yang perlu juga bantuan, mungkin makanan juga. Soalnya mereka untuk masak,” katanya.
Cerita warga Blora panik terdampak banjir besar
Sementara itu, Siti Mutmainah, salah satu warga Desa Mojorembun, menceritakan momen-momen kepanikan warga saat air mulai masuk ke rumah.
“Kejadian kemarin jam 12.00 malam, air sudah mulai masuk rumah dan warga mulai panik, karena selama ini belum pernah mengalami banjir. Baru kali ini banjir besar dan warga merasa takut. Di rumah saya banjir sampai setengah meter. Perabotan dan alat-alat seperti kulkas, tv, tempat tidur terendam,” papar Mutmainah.
Sementara itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, yang datang ke lokasi didampingi Sekda Blora, Komang Gede Irawadi, memerintahkan stakeholder terkait untuk melakukan langkah-langkah penanganan.