Pendidikan

Ada Calon Mahasiswa Baru Tak Daftar Ulang, Ini Penjelasan Undip soal Nasib Kuota Kosong SNBP

×

Ada Calon Mahasiswa Baru Tak Daftar Ulang, Ini Penjelasan Undip soal Nasib Kuota Kosong SNBP

Sebarkan artikel ini
dekanat fakultas teknik undip
Gedung Dekanat Fakultas Teknik Undip Kota Semarang, Rabu, 1 Juli 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Universitas Diponegoro (Undip) mencatat sekitar 100 calon mahasiswa yang dinyatakan lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 tidak melakukan daftar ulang. Jumlah tersebut setara sekitar 2,5-3 persen dari total daya tampung jalur SNBP yang mencapai 3.180 kursi.

Meski ada kursi yang tidak terisi, Undip memastikan kuota tersebut tidak hangus. Sesuai ketentuan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru nasional, seluruh kursi kosong dari jalur SNBP lebih dahulu teralihkan ke jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), bukan langsung diberikan kepada peserta jalur mandiri.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Heru Susanto, mengatakan proses registrasi SNBP tahun ini telah selesai. Sehingga data mahasiswa yang melakukan daftar ulang sudah bisa diketahui.

“Daya tampung SNBP Undip tahun ini sebanyak 3.180 mahasiswa. Yang sudah menyelesaikan proses registrasi sekitar 3.079 mahasiswa, sehingga yang tidak melakukan daftar ulang sekitar tiga persen atau sekitar seratus orang,” kata Heru.

BACA JUGA: FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

Heru menegaskan bahwa kursi yang kosong pada jalur SNBP tidak selalu otomatis menjadi tambahan kuota jalur mandiri.

“Kuota kosong di SNBP harus lebih dulu terlimpahkan ke SNBT. Tidak bisa langsung teralihkan ke jalur mandiri,” ujarnya.

Karena itu, penutupan registrasi SNBP memang di lakukan sebelum pengumuman hasil SNBT agar seluruh kursi yang kosong dapat segera peserta jalur tes manfaatkan.

“Begitu batas waktu registrasi SNBP selesai, daya tampung yang kosong langsung kami alihkan ke SNBT,” jelasnya.

Tetap Layani Mahasiswa yang Terlambat karena Kendala Ekonomi

Meski kuota sudah teralihkan ke SNBT, Undip tetap membuka ruang bagi calon mahasiswa SNBP yang terlambat melakukan registrasi karena alasan ekonomi.

Menurut Heru, kampus tidak langsung menolak apabila mahasiswa datang setelah batas waktu registrasi berakhir selama perkuliahan belum mulai.

“Kalau mereka datang, mengirim surat atau menyampaikan bahwa baru memperoleh biaya pendidikan setelah batas waktu registrasi, tetap kami layani. Kami bukakan kembali proses daftar ulang,” katanya.

Apabila mahasiswa tersebut akhirnya diterima kembali sebagai mahasiswa Undip, maka penyesuaian kuota akan dilakukan pada jalur berikutnya.

“Kalau akhirnya kami menerima lagi mahasiswa SNBP yang terlambat registrasi, nanti penyesuaiannya terlaksana pada kuota jalur mandiri,” ujarnya.

Tak Ada Blacklist untuk Sekolah Asal

Heru juga menepis anggapan bahwa sekolah yang siswanya tidak melakukan daftar ulang akan terkena sanksi atau pengurangan kuota pada SNBP tahun berikutnya.

Menurutnya, keputusan tidak melakukan registrasi merupakan tanggung jawab individu sehingga tidak bisa dibebankan kepada sekolah.

“Kami tidak melakukan blacklist terhadap sekolah. Itu keputusan masing-masing calon mahasiswa. Bisa saja pihak sekolah juga tidak mengetahui karena siswa sudah lulus,” katanya.

Selain itu, hingga kini tidak ada aturan nasional yang mengharuskan perguruan tinggi memberikan sanksi kepada sekolah asal peserta yang gagal melakukan registrasi ulang.

“Pendekatan Undip tetap melihatnya sebagai tanggung jawab individu, bukan institusi sekolah,” tegasnya.

Persaingan Masuk Undip Masih Sangat Ketat

Pada tahun akademik 2026/2027, Undip menyediakan total 15.290 kursi untuk program sarjana dan sarjana terapan atau diploma.

Kuota tersebut terbagi ke dalam tiga jalur penerimaan. Yakni minimal 20 persen melalui SNBP, minimal 30 persen melalui SNBT, dan maksimal 50 persen melalui jalur mandiri.

BACA JUGA: FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik

Persaingan masuk Undip pun masih sangat tinggi. Pada jalur SNBP, jumlah peminat mencapai 46.304 orang dengan kuota 3.180, sedangkan pada jalur SNBT mencapai 83.373 pendaftar dengan daya tampung 4.680.

Beberapa program studi masih menjadi favorit dengan tingkat keketatan yang sangat tinggi, di antaranya Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Bisnis Digital. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp