SEMARANG, beritajateng.tv – Universitas Diponegoro (Undip) mencatat sekitar 100 calon mahasiswa yang dinyatakan lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 tidak melakukan daftar ulang. Jumlah tersebut setara sekitar 2,5-3 persen dari total daya tampung jalur SNBP yang mencapai 3.180 kursi.
Meski ada kursi yang tidak terisi, Undip memastikan kuota tersebut tidak hangus. Sesuai ketentuan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru nasional, seluruh kursi kosong dari jalur SNBP lebih dahulu teralihkan ke jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), bukan langsung diberikan kepada peserta jalur mandiri.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Heru Susanto, mengatakan proses registrasi SNBP tahun ini telah selesai. Sehingga data mahasiswa yang melakukan daftar ulang sudah bisa diketahui.
“Daya tampung SNBP Undip tahun ini sebanyak 3.180 mahasiswa. Yang sudah menyelesaikan proses registrasi sekitar 3.079 mahasiswa, sehingga yang tidak melakukan daftar ulang sekitar tiga persen atau sekitar seratus orang,” kata Heru.
BACA JUGA: FISIP Undip Gelar Bedah Buku, Mohammad Saleh Tekankan Pentingnya Menjembatani Teori dan Praktik Politik
Heru menegaskan bahwa kursi yang kosong pada jalur SNBP tidak selalu otomatis menjadi tambahan kuota jalur mandiri.
“Kuota kosong di SNBP harus lebih dulu terlimpahkan ke SNBT. Tidak bisa langsung teralihkan ke jalur mandiri,” ujarnya.
Karena itu, penutupan registrasi SNBP memang di lakukan sebelum pengumuman hasil SNBT agar seluruh kursi yang kosong dapat segera peserta jalur tes manfaatkan.
“Begitu batas waktu registrasi SNBP selesai, daya tampung yang kosong langsung kami alihkan ke SNBT,” jelasnya.
Tetap Layani Mahasiswa yang Terlambat karena Kendala Ekonomi
Meski kuota sudah teralihkan ke SNBT, Undip tetap membuka ruang bagi calon mahasiswa SNBP yang terlambat melakukan registrasi karena alasan ekonomi.
Menurut Heru, kampus tidak langsung menolak apabila mahasiswa datang setelah batas waktu registrasi berakhir selama perkuliahan belum mulai.





