Indepth

Ada Program Makan Bergizi Gratis, Pedagang Kantin Sekolah di Blora Resah: Kami Takut Jualan Gak Laku

×

Ada Program Makan Bergizi Gratis, Pedagang Kantin Sekolah di Blora Resah: Kami Takut Jualan Gak Laku

Sebarkan artikel ini
Kantin Makan Bergizi Gratis
Salah seorang pengelola kantin sekolah di salah satu SMK Negeri di Blora, Kamis, 9 Januari 2024. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah menimbulkan keresahan di kalangan pengelola kantin sekolah di Blora, Jawa Tengah. Mereka khawatir omset harian mereka akan menurun akibat program tersebut.

Hal itu sebagaimana penuturan Suyati dan Tarmi, dua pengelola kantin sekolah di salah satu SMK Negeri di Blora.

Keduanya merasa was-was dagangan nasi serta makanan lainnya yang mereka jual menjadi tidak laku dengan adanya program makan gratis. Sehingga, hal itu berpotensi mengakibatkan penurunan omset yang signifikan.

“Ya khawatir dengan adanya program makan bergizi gratis ini. Kalau siswa dapat makanan gratis, kami takut jualan kami tidak laku,” ungkap Tarmi, Kamis, 9 Januari 2025.

BACA JUGA: Menu Makan Bergizi Tak Ada Susu, Badan Gizi Nasional Ungkap Alasannya

Sementara itu, Suyati juga mengungkapkan hal yang sama dengan Tarmi. Kekhawatiran itu juga ia rasakan, yakni ketika nanti program makan bergizi gratis diberlakukan, omsetnya akan turun.

“Dalam sehari, omset kami bisa mencapai Rp300-400 ribu. Kami khawatir sekali kalau program ini diterapkan, omset kami akan turun drastis,” tutur Suyati.

Suyati dan Tarmi pun berharap pemerintah mempertimbangkan nasib para pengelola kantin di masing-masing sekolah. Mereka meminta agar ada solusi agar kedua program dapat berjalan tanpa saling merugikan.

BACA JUGA: Tersebar di 39 Titik, Ini Daftar Lokasi Dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Tengah

Sebelumnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahap pertama untuk anak-anak sekolah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang semestinya berlangsung mulai 6 Januari 2025, terpaksa mengalami penundaan.

Penundaan ini lantaran belum sampainya sejumlah peralatan dapur untuk pelaksanaan program tersebut di Blora.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Artika Diannita, menjelaskan bahwa penundaan ini terjadi karena beberapa peralatan dapur dari pemerintah pusat belum tiba.

“Hal ini mengakibatkan SPPG belum siap untuk melaksanakan distribusi makanan bergizi gratis,” ujar Artika, Rabu, 8 Januari 2024. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp