SEMARANG, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengungkapkan bahwa lokasi kebakaran Pasar Kanjengan berada di area yang belum sepenuhnya memiliki kejelasan status hukum (sengketa).
Hal ini berpotensi memengaruhi langkah penanganan lanjutan, termasuk pembangunan kembali.
“Sepertinya lokasi Pasar Kanjengan ini berada dalam posisi sengketa. Kalau saja ini milik Pemerintah Kota Semarang, tentu bisa langsung kita selesaikan,” ujarnya.
Ia memastikan pemerintah tetap akan mencari solusi agar aktivitas perdagangan di kawasan tersebut tidak berhenti, meski harus melalui koordinasi lintas pihak.
“Kami akan koordinasikan dengan pihak-pihak terkait supaya perdagangan di sana tetap bisa berjalan. Mohon doa agar semuanya lancar,” katanya.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari dan dengan cepat menjalar di kawasan padat pedagang.
Data di lapangan menunjukkan ada sekitar 468 unit lapak dan ruko terdampak, terdiri dari pedagang kaki lima (PKL) di Blok C dan ruko di Blok F.
BACA JUGA: 468 Kios dan Ruko Pasar Kanjengan Ludes Terbakar, Pedagang Bakal Segera Direlokasi
Proses pemadaman melibatkan tim gabungan, termasuk Damkar Kota Semarang dan BPBD dengan total sekitar 90 personel serta puluhan armada. Api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat.
“Dari kejadian sekitar pukul 23.00 WIB, api sudah bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00. Penanganannya cepat dan responsnya sangat baik,” ungkap Agustina.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Dasilva menyebut bahwa penanganan berjalan secara terpadu sejak awal kejadian hingga tahap pendinginan.
“Tim gabungan langsung bergerak saat api mulai menyebar. Pendinginan juga kami lakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” jelasnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Pemerintah kota juga melakukan pendataan kerugian yang perkiraannya mencapai miliaran rupiah.
Meski berhadapan pada persoalan status lahan, Pemkot tetap menyiapkan langkah cepat untuk memulihkan aktivitas ekonomi pedagang. Relokasi sementara telah Dinas Perdagangan siapkan di gedung baru Pasar Kanjengan serta alternatif di kawasan Shopping Center Johar (SCJ).
“Tempat relokasi sudah kami siapkan, ada gedung baru Pasar Kanjengan dan SCJ (Shoping Center Johar). Relokasi menjadi prioritas agar pedagang bisa segera kembali berjualan,” kata Amoy. (*)
Editor: Elly Amaliyah





