SEMARANG, beritajateng.tv – Kebakaran besar melanda kawasan Pasar Kanjengan yang berada di kompleks Pasar Johar Semarang pada Rabu malam, 29 April 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan 468 kios dan ruko, serta menyebabkan kerugian miliaran rupiah.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Dasilva, mengatakan kebakaran di komplek Pasar Johar itu terjadi sekitar pukul 22.45 WIB. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Kejadiannya tadi malam sekitar pukul 22.45. Untuk penyebabnya masih kepolisian tangani, jadi kami menunggu hasil penyelidikan resmi,” kata Amoy, sapaan akrabnya di lokasi.
Ia menjelaskan, total ada 468 unit yang terdampak, terdiri dari sekitar 442 kios di Blok C serta 26 ruko di Blok F. Sebagian besar kios menjual berbagai kebutuhan seperti sepatu, sandal, hingga pakaian.
“Kalau dari Pemkot sendiri ada tim untuk menginvestigasi secara internal. Tadi kami investigasi lebih pada pedagang di lokasi hari ini, kami tanyai, mereka mau jualan di mana itu kita akan fasilitasi,” ujar Amoy.
BACA JUGA: Damkar Semarang Laporkan DC Pinjol Ke Polisi, Beri Efek Jera Pelapor Kebakaran Fiktif
Sebagai langkah cepat, Pemkot Semarang menyiapkan relokasi sementara bagi para pedagang agar tetap bisa beraktivitas. Lokasi relokasi berada di gedung baru Pasar Kanjengan, khususnya di lantai tiga dan empat.
“Kami sudah menyiapkan tempat relokasi sementara yang bisa menampung sekitar 100 sampai 150 kios. Harapannya pedagang bisa segera kembali berjualan,” jelas Aniceto.
Selain itu, pihaknya juga membuka peluang bantuan bagi pedagang terdampak. Bantuan tersebut akan dikoordinasikan melalui Paguyuban Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang.
“Kami minta paguyuban membuat surat resmi terkait kebutuhan bantuan, seperti sembako atau lainnya. Nanti akan kami tindak lanjuti sesuai arahan pimpinan bu Wali Kota. Namun kamu sudah siapkan tempat (relokasi)-nya,” katanya.
Terkait relaksasi keringan kredit bagi pedagang, Amoy mengaku akan menindaklanjuti dan mendata pedagang agar bisa mendapat relaksasi kredit pinjaman di Bank terutama untuk permodalan.





