“Sesuai harapan Bu Wali, kegiatan ketahanan pangan tidak cukup berhenti pada penanaman dan panen. GP Ansor akan membuat inovasi dari produksi hingga pemasaran supaya perputaran ekonomi warga berjalan lebih baik,” ujar Arif.
Menurut Arif, pengembangan rantai usaha tersebut penting agar program ketahanan pangan memberikan dampak ekonomi yang lebih panjang.
Hasil pertanian dan perikanan tidak hanya di jual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Kolaborasi dengan Pemkot Semarang juga harapannya dapat memperluas akses kader terhadap berbagai program pemberdayaan ekonomi. Dengan begitu, gerakan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan dengan penguatan UMKM.
Langkah tersebut sekaligus menjadi agenda GP Ansor Kota Semarang dalam periode kepengurusan baru. Organisasi kepemudaan tersebut ingin mendorong program yang tidak hanya menghasilkan kegiatan. Tetapi juga menciptakan peluang usaha dan memperkuat ekonomi masyarakat.
“Ke depan kami ingin memastikan program yang kader jalankan bisa memberikan manfaat nyata, terutama dalam penguatan ekonomi warga,” ujar Arif. (*)





