Untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, Luthfi mengaku telah meminta aparat untuk melakukan pengawasan di lapangan. Menurutnya, pengawasan tersebut penting agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan di tengah upaya penghematan energi.
“Saya sampaikan ke Polda, kemudian Satgas kita, Satpol PP, lakukan pengecekan. Tidak boleh masyarakat kita di saat kita menghemat energi ini mencari keuntungan,” tegasnya.
Momen Hari Pertama Ahmad Luthfi Gowes ke Kantor: Hemat Energi Bukan Sekadar Arahan, Harus jadi Budaya
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga menegaskan bahwa kebijakan hemat energi di Jawa Tengah tidak hanya bersifat imbauan, tetapi harus menjadi budaya di masyarakat.
“Ini tidak hanya kerangka perintah untuk hemat energi, tetapi kita harus membudayakan,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah langkah yang di dorong, mulai dari penggunaan transportasi ramah lingkungan seperti bersepeda, penerapan work from home (WFH), hingga penghematan listrik.
“Dengan cara berolahraga, kerja tepat waktu, ada yang work from home, kemudian mematikan lampu pada waktunya,” jelasnya.
BACA JUGA: Isu Efisiensi Anggaran Pusat Menguat, Ahmad Luthfi Pastikan Tak Ada Pemberhentian PPPK di Jateng
Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga mendorong pengembangan energi terbarukan di desa-desa serta memberikan insentif bagi perusahaan yang menggunakan energi ramah lingkungan.
“Ini menjadi budaya kehidupan masyarakat Jawa Tengah agar lebih hemat dan mandiri energi,” pungkas Luthfi. (*)
Editor: Farah Nazila





