SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengklaim cadangan elpiji (LPG) di Jawa Tengah mencapai enam kali kebutuhan normal. Ia menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan stok energi sebenarnya dalam posisi aman, meski di lapangan masih ditemukan keluhan kelangkaan.
Luthfi mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Karanganyar, ketersediaan LPG tercatat mencapai sekitar 14.833 metrik ton.
“Cadangan untuk LPG kita itu enam kali kebutuhan normal. Artinya kan sangat cukup sekali. Kemarin saya ngecek di SPBE di Karanganyar, ketersediaan kita itu 14.833 metrik ton. Lah ini kan cukup sekali,” ujar Luthfi saat dijumpai di Kompleks Gubernuran Jawa Tengah usai kegiatan bike to work, Kamis, 9 April 2026.
BACA JUGA: Masuk Perpustakaan Provinsi Jateng Bayar Parkir Hingga Rp4 Ribu, Ahmad Luthfi Janji Evaluasi
Kendati begitu, Luthfi menilai persoalan yang terjadi bukan pada ketersediaan, melainkan pada distribusi di lapangan.
“Kenapa ada kelangkaan? Karena di situ ada sumbatan antara ketersediaan dan distribusi,” tegasnya.
Luthfi Soroti Penyimpangan LPG 3 Kg, Ancam Tindak Tegas Pelanggaran ke Ranah Hukum
Luthfi menyoroti penggunaan LPG bersubsidi 3 kilogram yang dinilai tidak tepat sasaran. Ia menegaskan, LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, nelayan, dan pelaku usaha mikro.
“[Tabung] 3 kilo itu tidak semuanya dapat. Itu subsidi untuk rumah tangga, kemudian nelayan, kemudian UMKM. UMKM pun harus yang mikro, tukang mi, tukang mie dogdog,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar tidak ada penyalahgunaan, seperti penggunaan oleh usaha besar hingga praktik penimbunan. Luthfi bahkan menegaskan akan menindak tegas pelanggaran tersebut.
“Enggak boleh perusahaan laundry pakai 3 kilo, apalagi ada penimbunan, apalagi ada yang disuntik dan lain sebagainya. Saya tidak akan toleran, akan saya pidanakan,” katanya.





