Jateng

Aksi Kamisan Semarang Diguyur Hujan, Massa Tetap Solid Kawal Kasus Andrie Yunus

×

Aksi Kamisan Semarang Diguyur Hujan, Massa Tetap Solid Kawal Kasus Andrie Yunus

Sebarkan artikel ini
Aksi Kamisan Semarang
Sejumlah massa aksi Kamisan usai melaksanakan aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk mengawal kasus Andrie Yunus, Kamis, 2 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Aksi Kamisan Semarang berlangsung di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 2 April 2026 petang. Meski hujan, 20 hingga 30 massa tetap bertahan menyuarakan tuntutan mereka, menunjukkan solidaritas terhadap aktivis korban penyiraman air keras, Andrie Yunus.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 17.00 hingga 18.00 WIB itu diwarnai semangat peserta yang tak surut meski kondisi cuaca kurang bersahabat. Dengan payung dan jas hujan seadanya, massa tetap berdiri dan menyampaikan aspirasi di lokasi yang dinilai strategis.

Salah satu peserta aksi, Aldo (22), menegaskan bahwa ada tiga tuntutan utama yang mereka bawa dalam aksi tersebut.

“Untuk tuntutan hari ini kami membawa beberapa tuntutan, yang paling kami bawa ke depan itu tetap kami bersolidaritas untuk Andrie Yunus. Kedua, mengecam dan juga mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap aktivis. Dan yang ketiga, mendesak untuk pelaku dibawa ke pengadilan umum,” ujar Aldo saat ditemui di depan halaman kantor Gubernur Jawa Tengah.

BACA JUGA: Tokoh Lintas Agama Semarang Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Ia juga menyoroti perkembangan kasus yang menyeret banyak pihak. Menurutnya, aksi Kamisan Semarang akan terus mengawal proses hukum agar berjalan transparan dan adil.

“Saat ini yang kami soroti dari aksi Kamisan Semarang tetap mengawal bagaimana proses hukum berjalan dan kami juga menuntut untuk tadi membawa ke pengadilan umum,” lanjutnya.

Ia juga menilai kasus kekerasan terhadap aktivis, termasuk penyiraman air keras, menjadi ancaman serius yang harus disikapi bersama.

“Yang jelas itu merupakan sebuah ancaman tapi kami berharap juga teman-teman bisa saling bersolidaritas, saling menguatkan dan tidak takut terhadap segala bentuk kekerasan,” ujarnya.

Solidaritas Aksi Kamisan Semarang

Dalam pesannya, Aldo mengajak sesama aktivis untuk tetap kuat dan tidak gentar.

“Kepada teman-teman semua semoga kita bisa saling tetap menguatkan bisa saling bersolidaritas saling mendukung satu sama lain dan juga kami berharap kejadian-kejadian peristiwa dan tragedi seperti ini sudah tidak ada lagi,” ucapnya.

Terkait proses hukum, ia menanggapi informasi bahwa penanganan kasus berpotensi masuk ke ranah militer. Namun, pihaknya tetap mendorong agar kasus tersebut diadili di peradilan umum.

“Kalau kami tetap menuntut proses di pengadilan umum. Kenapa itu lebih pas untuk di peradilan umum? Karena melihat faktor-faktor yang mungkin bisa terjadi. Karena kita enggak tahu sistem peradilan militer itu seperti apa, entah itu mungkin bisa jadi lebih tertutup atau bagaimana,” jelasnya.

BACA JUGA: Dugaan Tersangka, 4 Prajurit TNI Kena Tahan Terkait Penyerangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus

Meski demikian, ia mengakui tidak mendalami perbandingan sistem peradilan militer, namun tetap konsisten pada tuntutan utama. “Tapi kita ya tetap mengusahakan, tetap menuntut kalau peristiwa itu prosesnya di pengadilan umum,” tegas Aldo.

Sementara itu, perkembangan terbaru kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus memasuki babak baru. Penanganan perkara tersebut kini terlimpahkan ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Pelimpahan ini menandai adanya keterlibatan unsur militer dalam penanganan kasus, sehingga proses hukum selanjutnya berpotensi berjalan di lingkungan peradilan militer. Hal ini memicu kekhawatiran sejumlah aktivis, termasuk peserta Aksi Kamisan Semarang, terkait transparansi dan akuntabilitas proses hukum.

Aksi Kamisan pun menjadi salah satu bentuk tekanan publik agar penanganan kasus tetap terbuka dan pelaku kekerasan terhadap aktivis dapat teradili secara adil di pengadilan umum. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp