SEMARANG, beritajateng.tv – Seluruh empat episode serial animasi Eyes of Wakanda resmi rilis di Disney+. Serial ini membawa penonton lebih dalam ke sejarah rahasia Wakanda, jauh sebelum kejayaan T’Challa dan Black Panther.
Di bawah arahan Todd Harris sebagai showrunner dan eksekutif produksi oleh Ryan Coogler serta tim Marvel Studios, cerita Eyes of Wakanda memperluas dunia MCU dengan pendekatan fresh dan penuh intrik.
Alur Serial Eyes of Wakanda
Memahami Siapa Hatut Zeraze
Eyes of Wakanda mengikuti jejak Hatut Zeraze (War Dogs), pasukan intelijen elit Wakanda yang menjalankan misi-misi rahasia di berbagai era dunia untuk mengambil kembali artefak vibranium. Mereka merupakan benteng tak terlihat yang menjaga masa depan kerajaan Wakanda tetap tersembunyi dan aman.
BACA JUGA: Alur Cerita Film Omniscient Reader, Lebih Bagus dari Web Novelnya?
Episode dan Setting Beragam
Setiap episode berdiri sendiri sebagai cerita antologi yang mengangkat tokoh dan periode waktu berbeda dalam sejarah dunia. Episode pertama berlangsung pada sekitar tahun 1260 SM, mengisahkan misi Noni, mantan anggota Dora Milaje yang mengejar Lion.
Lion berperan sebagai tokoh pembelot Wakanda di tengah masyarakat Kretaklassik. Episode lainnya membawa kisah ke masa Trojan War, zaman Dinasti Ming di China, hingga Perang Italo-Ethiopia pada 1896 di episode akhir.
Penonton juga dapat menyaksikan episode ketiga yang mencuri perhatian dengan hadirnya Jorani, versi Iron Fist baru dari abad ke-1400-an di Tiongkok. Kehadiran Jorani ini sebagai koreksi atas kontroversi versi Netflix sebelumnya.
Twist Besar di Episode Final
Pada episode penutup berjudul “The Last Panther”, terjadi kejutan besar yang mengaitkan cerita ini langsung dengan film Black Panther pertama. Dua protagonis (Tafari dan Kuda) menemukan kapak vibranium dari Perang Italo-Ethiopia.
BACA JUGA: Spoiler Film Korea Pretty Crazy, Saat Iblis Bertemu Pemuda Pengangguran
Akan tetapi, secara dramatis seorang Black Panther dari masa depan 500 tahun kemudian muncul dan mengungkap bahwa pengambilan artefak tersebut telah mengganggu keseimbangan garis waktu. Akibatnya, sejumlah kejadian penting seperti perebutan Killmonger dan kebangkitan Wakanda tidak pernah terjadi. Akhirnya, mereka memutuskan mengembalikan kapak tersebut ke tempatnya semula untuk menjaga timeline MCU tetap utuh.
Visual dan Gaya Animasi yang Memikat
Salah satu daya tarik utama serial ini terletak pada gaya animasinya. Campuran visual 2D dan 3D dengan estetika seperti lukisan tangan yang terinspirasi dari karya seni seperti Ernie Barnes.
Gaya ini memberi nuansa Afrofuturistik yang kaya, penuh warna emas dan ungu, menonjolkan identitas visual Wakanda yang khas. Koreografi pertarungan merupakan hasil imajinasi. Ada momen saat pertarungan terlihat melalui pantulan senjata di lantai markas, menambah keindahan visual secara dramatis.
Eyes of Wakanda merupakan bagian dari fase 6 MCU dan melengkapi rangkaian Serial Disney+ seperti Marvel Zombies yang akan tayang Oktober 2025. Kehadirannya penting karena memperluas warisan Black Panther dan menyiapkan landasan untuk proyek seperti Black Panther 3 yang kabarnya tengah dalam pengembangan.
Meskipun hanya berdurasi sekitar 25 menit per episode, serial ini memberi kedalaman baru soal moralitas, loyalitas, dan pengorbanan dalam mempertahankan rahasia Wakanda. (*)





