SEMARANG, beritajateng.tv – Partai Golkar Jawa Tengah tak menyertakan Bupati Kendal, Dico Ganinduto, dalam daftar potensial calon gubernur untuk Pilkada Jawa Tengah 2024.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Jawa Tengah, M. Iqbal, menyatakan bahwa Dico masih menjadi calon potensial untuk Kabupaten Kendal.
“Kami berharap Dico tetap menjadi kandidat di Kendal,” ujar Iqbal, beberapa waktu yang lalu.
Iqbal menjelaskan bahwa Dico memang memiliki ambisi untuk maju sebagai calon gubernur pada Pilkada Jawa Tengah 2024.
BACA JUGA: Dico Ganinduto Ajak Maju Pilkada Jawa Tengah 2024, Raffi Ahmad: Saya Berangkat Haji Dulu, Mau Berdoa
“Fotonya sudah tersebar di berbagai tempat,” imbuhnya.
Meskipun demikian, Iqbal menegaskan bahwa Dico akan maju sebagai calon bupati di Kabupaten Kendal. Sementara itu, nama-nama lain masih dalam proses seleksi.
“Yang sudah pasti adalah Dico untuk Kendal,” tuturnya.
Sisihkan Dico, Golkar Jawa Tengah bidik Kapolda
Iqbal juga menyampaikan bahwa Partai Golkar Jawa Tengah sedang menjalin komunikasi intens dengan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, untuk Pilkada Jawa Tengah 2024.
“Saat ini kami masih berkomunikasi meskipun beliau belum melakukan pendekatan formal ke partai,” ungkap Iqbal.
Menurutnya, Luthfi memiliki pengalaman dan pemahaman yang mendalam tentang kondisi di Jawa Tengah karena merupakan Kapolda Jawa Tengah terlama hingga saat ini.
“Dia adalah Kapolda yang paling lama menjabat. Beliau akan memasuki tahun kelima, jadi dia sangat memahami kondisi di Jawa Tengah,” terang Iqbal.
BACA JUGA: Gandeng Wabup dari Dico Ganinduto, Eks Bupati Kendal Mirna Annisa Berniat Kembali Maju di Pilkada
Selain itu, ada kemungkinan Luthfi akan kembali aktif di masyarakat setelah pensiun dari kepolisian.
“Dia memiliki hak yang sama sebagai warga negara untuk dipilih dan memilih,” ucapnya.
Iqbal berharap setelah pensiun, Kapolda Jawa Tengah dapat berkomunikasi secara formal dengan Partai Golkar karena ia nilai memiliki jiwa pancasilais, nasionalis, dan religius.
“Jika nanti sudah pensiun, beliau akan lebih bebas. Terlebih, bisa menjalin komunikasi dengan Golkar karena Partai Golkar terbuka untuk siapa saja,” tandasnya. (*)





