SALATIGA, beritajateng.tv – Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Gesry Shielda Surenayu, meraih Juara II dalam ajang Indonesian Student Essay Forum (ISEF) 2026 yang ԁiselenggarakan Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI).
Dalam kompetisi tersebut, Gesry mengangkat subtema Internalized Sexism dalam Pola Pikir dan Pengambilan Keputusan melalui karya berjudul “Menghancurkan Sipir Pikiran: Dekonstruksi Seksisme Terinternalisasi di Media Sosial Melalui Kesadaran Kolektif Perempuan.”
Melalui esainya dalam ISEF 2026, Gesry menyoroti fenomena seksisme yang tanpa ԁisadari masih sering terjadi di media sosial, termasuk di kalangan perempuan sendiri.
“Perempuan tanpa ԁisadari dapat saling melukai melalui komentar, perbandingan, hingga sikap merendahkan,” ujarnya di Salatiga, Jumat, 15 Mei 2026.
BACA JUGA: Tim Basket UKSW Bersinar di Campus League 2026 Region Yogyakarta
Menurutnya, fenomena tersebut menjadi ironi di tengah semangat women empowerment yang seharusnya menjadi ruang untuk saling mendukung dan menguatkan.
Ia menilai media sosial kerap menjadi ruang kompetisi sosial yang justru memunculkan tekanan psikologis antarsesama perempuan.
“Perempuan kadang tidak menyadari bahwa ԁirinya sedang mengulang pola yang sama, yakni menilai, membandingkan, bahkan menjatuhkan perempuan lain di media sosial,” katanya.
BACA JUGA: Mahasiswi Meksiko Ikuti Program Human Origins Heritage UKSW, Belajar Langsung di Situs Prasejarah
Padahal, lanjut Gesry, perempuan seharusnya dapat membangun solidaritas dan dukungan satu sama lain. “Sesama perempuan seharusnya bisa saling mendukung,” tegasnya.
Pihak UKSW mencatat capaian tersebut bukan ԁiraih secara instan. Gesry sebelumnya juga menorehkan sejumlah prestasi akademik dan kepemimpinan.
Mahasiswa asal Serukam, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat itu pernah meraih predikat The Most Outstanding Student UKSW 2024–2025 serta Juara II Best Presentation NUNI Presidential Forum & Student Camp Programme 2025. Selain itu, Gesry juga tercatat sebagai penerima Program Beasiswa Djarum Plus. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





