Uncategorized

Angkat Kisah Horor ala Budaya Jawa, Begini Sinopsis Film Primbon, Tayang Mulai Hari Ini

×

Angkat Kisah Horor ala Budaya Jawa, Begini Sinopsis Film Primbon, Tayang Mulai Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Sinopsis Film Primbon
Potongan poster film "Primbon" yang mulai tayang pada Kamis, 10 Agustus 2023. (Foto: Instagram/@maximapicures)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dunia perfilman Indonesia tengah ramai oleh berbagai produksi film horor yang menegangkan. Salah satu film yang tengah mencuri perhatian adalah “Primbon”. Penasaran dengan filmnya? Berikut ini sinopsis film “Primbon”.

Film “Primbon” merupakan karya kolaborasi antara Cakra Film dan Maxima Pictures yang siap menghantui layar lebarmu.

Sederet nama aktor ternama turut meramaikan “Primbon,” seperti Happy Salma, Nugie, Flavio Zaviera, Chicco Kurniawan, Azela Putri, Jajang C. Noer, Oppie Andaresta, Septian Dwi Cahyo, dan Ony Serojawati Hafiedz.

Sutradara berbakat, Rudy Soedjarwo, mengarahkan jalannya film ini. Nama Rudy telah melekat berkat karyanya yang menghadirkan film-film populer seperti “Ada Apa dengan Cinta,” “Mengejar Matahari,” dan “Sayap-sayap Patah.”

“Primbon” bakal memukau penonton mulai 10 Agustus 2023, yang hadir di bioskop sekaligus platform streaming Maxstream. Sebelum kamu menikmati film ini, mari simak terlebih dahulu ringkasan ceritanya.

BACA JUGA: Kisah Nyata dari Utas Twitter, Ini Sinopsis Film Horor Baru “Di Ambang Kematian”

Sinopsis Film “Primbon”

Film “Primbon” mengisahkan tentang kehidupan keluarga yang masih sangat mencintai adat dan budaya Jawa, serta memegang erat keyakinan pada primbon.

Kisah ini berawal saat Rana (Flavio Zaviera) bersama sahabatnya, Janu (Chicco Kurniawan), memutuskan mendaki gunung dalam kondisi cuaca ekstrem.

Namun, kabar buruk menghampiri mereka; cuaca tak bersahabat memaksa mereka tersesat dan terpisah. Janu beruntung pulang dengan selamat, sedangkan Rana tak beruntung. Rana hilang tanpa jejak, dan upaya pencarian besar-besaran tak membuahkan hasil memuaskan.

Menghitung tujuh hari berlalu, keluarga Rana bersimpuh menerima kenyataan pahit. Mereka meyakini Rana sudah tiada dan menggelar tahlilan untuk mengenangnya.

Namun, sang ibu, Dini, tak sepenuhnya pasrah. Dalam hati, ia tetap merasa Rana masih hidup dan enggan menyerah begitu saja. Keajaiban pun tak terduga terjadi setelah tahlilan berakhir.

Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu keluarga Rana. Ternyata, itu adalah Rana yang sudah hilang! Rana kembali, basah kuyup oleh hujan, setelah tujuh hari menghilang.