SEMARANG, beritajateng.tv – Film berjudul Dasim menjadi salah satu judul horor yang dijadwalkan akan segera menghiasi layar bioskop. Rencananya, film ini akan resmi tayang pada 15 Mei mendatang.
Para penggemar film horor tampaknya akan sangat antusias menantikan penayangan film ini, apalagi ceritanya diadaptasi dari kejadian nyata yang erat kaitannya dengan berbagai mitos yang masih berkembang hingga kini.
Sebelum menonton filmnya di bioskop, yuk simak terlebih dahulu sejumlah fakta menarik seputar Dasim yang sayang untuk dilewatkan.
Film Horor Dasim
Ginanti Rona, sutradara yang telah terkenal melalui karya-karya horornya seperti Qorin, Kemah Terlarang: Kesurupan Massal, dan Susuk: Kutukan Kecantikan, kembali membuktikan kemampuannya dalam menciptakan suasana mencekam lewat film Dasim.
Gaya penyutradaraannya yang kuat, dengan nuansa gelap dan intens, menjadi daya tarik tersendiri yang bagi para pecinta film.
Dalam film Dasim, Ginanti kembali memperlihatkan ciri khasnya dalam meramu atmosfer horor yang tak hanya menakutkan, tetapi juga memiliki nilai estetika.
Ia berani mengangkat isu rumah tangga dari sudut pandang spiritual dan psikologis, menjadikan film ini lebih berani dan bermakna secara emosional.
Film tersebut bukanlah sekadar tontonan horor pada umumnya. Cerita dalam film ini mengangkat sosok jin Dasim, salah satu dari lima jin yang memiliki tugas khusus untuk merusak keharmonisan rumah tangga.
Kehadiran jin tersebut membawa teror yang mengganggu kestabilan hubungan suami istri, menjadikan premis film ini terasa segar dan menegangkan.
Berbeda dari film horor bertema rumah tangga lainnya, Dasim tampil menonjol karena berhasil memadukan unsur kepercayaan spiritual dengan horor psikologis.
BACA JUGA: Film Bioskop Sampai Jumpa Selamat Tinggal: Sinopsis, Jadwal Tayang hingga Daftar Pemain
Perpaduan ini memberikan dimensi makna yang lebih dalam serta menghadirkan nuansa reflektif bagi penonton.
Tak hanya menyajikan cerita horor, film Dasim juga membahas isu sosial mengenai pentingnya keharmonisan dalam rumah tangga.
Selain itu, film ini menciratakan bagaimana pengaruh dari luar dapat mengganggu hubungan antara suami dan istri.
Perpaduan unsur horor dan realita ini membuat film terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga penonton lebih mudah terhubung secara emosional. (*)





