Politik

Anies Baswedan Getol Kritik Pembangunan IKN, Cak Imin: Lagi Enak di Jakarta, Tiba-tiba Disuruh ke Hutan

×

Anies Baswedan Getol Kritik Pembangunan IKN, Cak Imin: Lagi Enak di Jakarta, Tiba-tiba Disuruh ke Hutan

Sebarkan artikel ini
Anies IKN | Cak Imin Orde Baru | Anies-Muhaimin
Calon Presiden dan Wakil Presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kanan) mengumumkan sejumlah nama baru anggota Timnas AMIN di Jakarta, Selasa, 21 November 2023. (ant)

JAKARTA, beritajateng.tv – Belakangan, pasangan calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Perubahan sedang getol mengkritisi gagasan Presiden Jokowi soal pemindahan ibu kota Jakarta ke IKN. Sebelumnya, Capres Anies Baswedan sempat menyampaikan kritiknya terkait pembangunan IKN.

Sementara itu, cawapres Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, pun mengungkapkan sikapnya sendiri yang nadanya juga bertentangan terhadap IKN.

“Kalau sekarang kan (IKN) memang belum layak ditinggali. Enggak layak tinggal di sana per hari ini,” ujar Imin kepada awak media seusai acara Indonesia Millenial and Gen-Z Summit di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

BACA JUGA: PKS Janjikan Ibu Kota Tetap di Jakarta Sedangkan PKB Lanjutkan IKN, Koalisi AMIN Tidak Kompak?

“Itu kan pilihan aja. Lagi enak di Jakarta, tiba-tiba disuruh ke hutan. Entar dulu, itu pilihan pribadi, referensi tinggal pribadi,” imbuhnya.

Meski begitu, ia menyebut bahwa sikap Koalisi Perubahan mengenai pemindahan ibu kota baru tersebut masih dalam pengkajian. Oleh karena itu, belum ada keputusan lebih lanjut terkait nasib IKN bila Anies-Cak Imin memenangi Pilpres 2024.

BACA JUGA: Kritik Pembangunan IKN, Anies Baswedan: Bangun Kota Baru Malah Muncul Ketimpangan Baru

“Kita lagi diskusi terus. Saya termasuk ingin mempertahankan IKN supaya jalan terus. Tapi di Koalisi Perubahan akan diskusi terus,” tuturnya.

Sebelumnya, Anies sempat menyampaikan kritiknya mengenai pembangunan IKN. Hal itu ia sampaikan dalam acara “Dialog Terbuka Muhammadiyah bersama Calon Pemimpin Bangsa” di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Rabu, 22 November 2023.

BACA JUGA: Gelar Nusantara Agrifest, Otorita IKN Tegaskan Tetap Ada Pertanian di Ibu Kota Negara Baru

Menurutnya, jika tujuan utama pembangunan kota baru ialah guna mencapai pemerataan, namun hasilnya justru malah menciptakan ketidakseimbangan baru.

“Ketika tujuan membangun kota baru adalah dengan alasan pemerataan, maka itu tidak menghasilkan pemerataan yang baru, karena itu menghasilkan kota baru yang timpang dengan daerah sekitarnya,” tandas Anies. (*)