SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan kebakaran seiring prediksi kemarau panjang akibat fenomena El Nino di 2026.
Musim kering prediksinya berlangsung lebih lama, bahkan disebut lebih ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengatakan pihaknya mulai mengantisipasi sejak dini dengan menggelar apel kesiapsiagaan serta memperkuat edukasi kepada masyarakat.
“Kami sudah menggelar apel besar kesiapsiagaan. Prediksi dari BRIN menunjukkan kemarau tahun ini bisa berlangsung dari April hingga Oktober, bahkan lebih ekstrem,” kata Ade.
Ia menjelaskan, pengalaman pada 2023 menjadi pelajaran penting. Saat itu, kebakaran lahan terutama ilalang meningkat tajam, termasuk insiden di kawasan TPA Jatibarang yang sempat menjadi perhatian.
“Kebakaran ilalang waktu kemarau itu cukup tinggi. Dalam sehari bisa terjadi empat sampai lima kali kejadian. Mayoritas dipicu kelalaian manusia,” ujarnya.
Menurut Ade, sekitar 90 persen kasus kebakaran dipicu faktor human error, seperti membakar sampah tanpa pengawasan. Kondisi ini semakin berisiko saat kemarau panjang karena vegetasi menjadi kering dan mudah terbakar.
“Kalau masyarakat masih membakar sampah tanpa ditunggu, itu sangat berbahaya. Saat musim kemarau, api akan cepat menyebar,” jelasnya.
Untuk menekan risiko tersebut, Damkar menggencarkan sosialisasi hingga tingkat kelurahan dan berkoordinasi dengan aparat wilayah seperti Satpol PP, kecamatan, hingga perangkat kelurahan.
“Kami terus mengingatkan bahwa membakar sampah tidak kita perkenankan. Edukasi ini penting agar masyarakat lebih peduli terhadap potensi kebakaran,” katanya.
Selain pencegahan, Damkar juga memperkuat kesiapan armada dan personel. Tahun ini, tambahan kendaraan operasional dan unit rescue tengah di proses untuk mempercepat respons di lapangan.
BACA JUGA: Populasi Ikan Sapu-sapu di Sungai Semarang Ancam Ekosistem, Warga Minta Penanganan Serius
“Armada kami saat ini sekitar 18 unit operasional, tambah unit rescue. Dalam waktu dekat akan ada penambahan, sehingga kemampuan penanganan akan lebih optimal,” ujar Ade.




