Pasalnya, dana transfer pusat ke daerah yang semula besarannya sudah ada perkiraan pada nominal tertentu, kenyataan untuk 2026 mengalami penurunan sehingga harus banyak penyesuaian.
BACA JUGA: Serapan Anggaran Baru 70 Persen, Pemkot Semarang Kebut Realisasi APBD
“Makanya, beberapa kegiatan di 2026 yang bukan prioritas sementara kami kurangi anggarannya atau bahkan meniadakan kegiatannya. Secara umum demikian, kalau jenisnya banyak,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, yang beritajateng.tv konfirmasi terpisah, menyebut penurunan APBD ini berdampak pada pengurangan beberapa belanja rutin.
Misalnya, kata Ngesti, seperti kegiatan-kegiatan rapat yang sebelumnya ada makan-minum, pada 2026 tak ada lagi. Kemudian efisiensi untuk kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu mendesak.
“Bantuan-bantuan hibah juga kami kurangi, demikian halnya bantuan-bantuan sosial. Tetapi untuk pelayanan publik tetap kami upayakan maksimal,” jelasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi













