Komite tersebut nantinya akan menjadi wadah bagi insan perfilman lokal untuk terhubung dengan jaringan perfilman nasional maupun internasional. Selain itu, komite juga di proyeksikan menjadi pusat informasi festival dunia dan fasilitator pendanaan bagi para sineas lokal.
BACA JUGA: Bantah Isu Buang Kucing di Lawang Sewu, KAI Wisata Siapkan Kolaborasi dengan Cat Lovers
“Kami ingin industri film di Semarang tidak hanya tumbuh dari sisi budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang kuat. Karena kalau industri film bisa menghasilkan secara ekonomi, ekosistemnya akan berkembang semakin sehat,” jelasnya.
Sementara itu, aktris senior sekaligus anggota Dewan Juri LOFF 2026, Nirina Zubir, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang yang konsisten menyediakan ruang kreatif bagi generasi muda.
Menurut Nirina, festival film seperti LOFF menjadi sarana penting untuk melahirkan regenerasi baru di industri perfilman Indonesia.
“Harapannya siapapun wali kotanya nanti, festival ini harus terus berjalan. Perfilman Indonesia saat ini sudah mendapat perhatian dunia internasional, sehingga regenerasi sineas muda menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia juga menilai LOFF dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung perkembangan industri kreatif, khususnya perfilman.
Sebagai dewan juri, Nirina menegaskan industri film nasional selalu membutuhkan ide dan talenta baru yang berani tampil dengan karya segar.
“Kami di industri perfilman selalu membutuhkan sutradara dan kreator baru. Anak-anak muda harus berani punya ide, mengekspresikan gagasannya, lalu mengeksekusinya menjadi karya nyata,” tegasnya.
Nirina pun mengajak para kreator muda untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan melalui LOFF 2026, termasuk peluang jejaring internasional dan hadiah kompetisi yang disediakan.
“Ambil kesempatan ini dan gunakan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





