Atasi Stunting, Mbak Ita Bagikan Resep Megawati dan Kukuhkan Anggota Dapur Sehat

Wakil Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu melakukan demo masak makanan sehat Baduta dan ibu hamil.

Semarang, 5/4 (BeritaJateng.tv) – Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau akrab disapa Mbak Ita berulang kali menyebut dirinya bukan sebagai Wakil Wali Kota Semadang dalam acara demo masak.

Dia lebih suka disebut sebagai seorang chef dalam peresmian Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsyat), Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Minggu.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga berulang kali memperkenalkan buku setebal 250 halaman bertajuk Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil: Untuk Generasi Emas Indonesia.

Di pojok kanan atas buku bertuliskan resep-resep Megawati Soekarnoputri. Cover buku tampak pula sosok Presiden kelima RI tersebut dengan posisi duduk mengenakan kebaya merah berjarik cokelat.

Dalam cover itu, Megawati sedang berkumpul dengan ibu-ibu dan ada beberapa balita.

Cover buku didesain oleh putra Megawati, Muhammad Prananda Prabowo. Konten buku juga tak lepas dari masukan Puan Maharani, Ketua DPR RI.

“Iya, buku ini memang resep dari Ibu Megawati. Kemudian saya tulis sesuai arahan dari Bu Mega,” kata Mbak Ita.

Menurutnya, buku itu disusun selama enam bulan.

Tak ada kendala berarti selama proses penyusunan buku karena mendapat arahan langsung Megawati dan Puan Maharani.

“Menu-menu di dalam buku sudah ditakar oleh ahli gizi sehingga sesuai nilai gizi yang diperlukan oleh anak-anak,” ucapnya.

Buku setebal 250 halaman itu, kini masih proses re-lay out Gramedia. Buku akan dibentuk tidak terlalu tebal seperti sekarang supaya lebih simple dan mudah dibawa.

Rencana buku akan dirilis di Gramedia 27 April 2022. “Saat ini proses layout di Gramedia agar buku lebih ramping,” terang Ita.

Dijelaskan Ita, buku tersebut hanya panduan yang dapat divariasikan sesuai selera juru masak atau selera anak.

Buku itu terhitung komplit sebab tersedia beragam menu yang sudah dibuat dalam satu minggu.

Menu tersebut juga sudah dibagi menjadi tiga waktu, pagi, siang, dan sore hari.

Komposisi menu cukup gizi dan menu tidak mahal. Hal itu disesuaikan pesan Megawati Soekarnoputri yang menekankan menu harus sesuai komposisi gizi dan harga terjangkau rakyat kecil.

“Buku sudah komplit bagi bayi dan termasuk pula bagi ibu-ibu hamil,” imbuhnya.

Buku tersebut disusun untuk bayi mulai dari M-PASI, usia 6 sampai 24 bulan dan menu ibu hamil.

Khusus ibu hamil dijelaskan pula menu bagi ibu hamil komorbid seperti karena anemia, Kekurangan Energi kronis (KEK), Covid-19, hipertensi, dan lainnya. “Diharapkan bayi yang lahir dari ibu komorbid tetap sehat,” katanya. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.