Jateng

Pemkab Batang Siap Pulangkan Bocah yang Dirantai Guru Agama di Boyolali

×

Pemkab Batang Siap Pulangkan Bocah yang Dirantai Guru Agama di Boyolali

Sebarkan artikel ini
ilustrasi penganiayaan | penganiayaan relawan
Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Pexels/Pixabay)

BOYOLALI, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten Batang tengah menyiapkan langkah pemulangan dua bocah, VMR dan MAF, yang menjadi korban penyiksaan dan penyekapan oleh seorang guru agama di Boyolali, Jawa Tengah. Kedua anak tersebut kabarnya berasal dari Desa Klidang Wetan, Kecamatan Batang.

Namun, rencana pemulangan ke kampung halaman mereka terpaksa di tunda. Wakil Bupati Batang, Suyono, menjelaskan bahwa saat ini keduanya masih kepolisian butuhkan sebagai bagian dari proses penyelidikan, sehingga untuk sementara waktu di titipkan di sebuah pondok pesantren di Boyolali.

“Kami datang bersama ibu kandungnya, karena ayah mereka sudah meninggal dunia. Kami juga memberikan bantuan uang tunai dan sembako untuk kebutuhan harian anak-anak tersebut,” ujar Suyono usai meninjau langsung kondisi korban, Rabu, 16 Juli 2025.

BACA JUGA: Kerja Sama Bank Jateng dan Polres Boyolali: Perluas Akses Keuangan dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Suyono di dampingi oleh Dinas Sosial Kabupaten Batang dalam kunjungannya. Ia menyebut kondisi kedua bocah saat ini sudah jauh lebih baik setelah di bebaskan dari rumah penyekapan oleh warga.

Pemkab akan siapkan rumah dan pendidikan

Meski belum bisa segera dipulangkan, Pemerintah Kabupaten Batang telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk menjamin masa depan VMR dan MAF.

Langkah itu meliputi penyediaan tempat tinggal dan akses pendidikan yang layak.

“Setelah proses hukum selesai, mereka akan kita titipkan di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Tragung, Kecamatan Kandeman,” ujarnya.

Sebelumnya, VMR dan MAF menjadi korban dalam kasus penyiksaan oleh seorang pengasuh berinisial SP (60), yang juga masyarakat kenal sebagai guru agama di Desa Mojo, Kecamatan Andong, Boyolali. Selain VMR dan MAF, dua bocah asal Semarang, IR dan SAW, juga turut menjadi korban.

Keempat anak itu ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, dirantai dan mengalami penyiksaan fisik.

Dalam pengakuannya kepada pihak kepolisian, SP mengklaim bahwa tindakan itu sebagai hukuman atas pelanggaran yang anak-anak tersebut lakukan.

BACA JUGA: Fakta-fakta Baru Anak-anak Dirantai di Boyolali: Dititip Orang Tuanya Karena Nakal