Kesehatan

Babak Baru Kasus PPDS, Dekan FK Undip Disetop Sementara di RS hingga Kena Doxing dan Bullying

×

Babak Baru Kasus PPDS, Dekan FK Undip Disetop Sementara di RS hingga Kena Doxing dan Bullying

Sebarkan artikel ini
Dokter Undip
Flyer tulisan bertuliskan "I Stand With Dr. dr Yan Wisnu Prajoko, M. Kes., Sp. B., Subsp. Onk (K) Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro". (Foto: Dok. Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Misteri meninggalnya satu mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) memasuki babak baru.

Pada surat tertanggal Rabu, 28 Agustus 2024 kemarin, RSUP dr. Kariadi mengambil langkah untuk menghentikan sementara Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Undip, dr Yan Wisnu Prajoko, dari segala aktivitas klinisnya sebagai dokter ahli bedah onkologi.

Atas hal itu, Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, langsung buka suara. Ia menyamakan penghentian Wisnu dengan penghentian Dekan FK Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menurutnya, keduanya sama-sama melawan pemerintah.

“Dari pemberhentian itu kita segera teringat kasus yang menimpa Dekan Fakultas Kedokteran Unair yang juga menteri berhentikan karena berani kritis pada kebijakan pemerintah,” ujar Wijayanto saat beritajateng.tv konfirmasi, Minggu, 1 September 2024.

BACA JUGA: Kini Usut Kasus Mahasiswi PPDS Undip, Polda Jateng Bakal Periksa Rekaman Suara dr Aulia

Wijayanto menuturkan, pemberhentian Wisnu bagaikan “hukuman” kedua yang Undip terima buntut meninggalnya dr. Aulia Risma Lestari. Setelah sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga menutup sementara program studi PPDS Anestesi.

Ia pun menyayangkan keputusan pemberhentian PPDS Anestesi yang terkesan terburu-buru itu. Sebab, keputusan tersebut keluar dari Kemenkes RI pada 14 Agustus 2024, atau jauh sebelum penyelidikan rampung, baik dari pihak polisi maupun pengadilan.

“Penutupan program studi itu tidak hanya merugikan 80-an para mahasiswa PPDS lainnya. Namun juga masyarakat yang mesti panjang mengantri karena kelangkaan dokter di RS Kariadi,” sambungnya.

Kasus dokter PPDS, Dekan FK Undip kena doxing dan jadi korban perundungan

Sebelumnya, sejumlah dokter di Kota Semarang terpantau serentak mengunggah atau memasang foto profil dengan foto yang sama. Yaitu, foto Wisnu dengan tulisan berbunyi “I Stand With Dr. dr Yan Wisnu Prajoko, M. Kes., Sp. B., Subsp. Onk (K) Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro”.

Wijayanto pun mengaku mengenal Wisnu secara pribadi. Ia menilai, Wisnu adalah sosok yang ramah, berhati-hati dalam bertutur kata, dan penuh intregitas. Akan tetapi, dalam beberapa terakhir, ia mengamini jika Wisnu sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

“Dokter Wisnu mengaku mengalami banyak sekali doxing dan perisakan di berbagai akun media sosial yang ia miliki. Hari-hari ini ia merasa cemas dan panik, stres dan burn out,” katanya.

BACA JUGA: Soal Dokter Residen Undip Kerja 24 Jam di RSUP dr. Kariadi, Rektor Sebut Ada SK Direktur

Sebagai sesama civitas Undip, Wijayanto menekankan jika Wisnu tak akan pernah rela melindungi pelaku perundungan dan mengorbankan nama baiknya sendiri. Juga mengorbankan mahasiswa dan mengalami segala perisakan di media sosial.

“Undip mendorong agar investigasi berlangsung secara tuntas agar terungkap akar struktural dan sistemik dari keadaan ini sebagai modal pembenahan ke depan, dan agar Undip tidak terus-terusan terhujani hukuman tanpa bukti dan tanpa pengadilan,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp