Kemunculan baliho Pakubuwono XIV di Semarang menjadi perhatian karena terjadi di tengah masih berlangsungnya polemik suksesi di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Sebelumnya, baliho serupa juga sempat terpasang di kawasan Gapura Gladag, Kota Solo, pada awal Juni 2026 dan ramai di media sosial.
Sebelumnya, konflik suksesi raja Solo hingga kini belum berakhir, sejak wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada November tahun lalu.
Situasi tersebut memunculkan dua tokoh yang sama-sama diklaim sebagai penerus tahta, yakni Pakubuwono XIV Mangkubumi dan KGPAA Hamengkunegoro.
Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait pihak yang memasang baliho tersebut maupun tujuan pemasangannya di kawasan pusat Kota Semarang. Namun keberadaannya sukses menarik perhatian publik dan kembali memunculkan diskusi mengenai dinamika suksesi di Keraton Surakarta. (*)





