Jateng

Baliho Calon Raja Solo KGPH Hangabehi Muncul di Jantung Kota Semarang, Picu Rasa Penasaran Warga

×

Baliho Calon Raja Solo KGPH Hangabehi Muncul di Jantung Kota Semarang, Picu Rasa Penasaran Warga

Sebarkan artikel ini
Baliho Calon Raja Solo KGPH Hangabehi Muncul di Jantung Kota Semarang, Picu Rasa Penasaran Warga
Baliho Calon Raja Solo KGPH Hangabehi Muncul di Jalan Pemuda Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah baliho berukuran besar bergambar Putra mendiang Raja Keraton Solo Paku Buwono (PB) XIII, KGPH Hangabehi atau Mangkubumi muncul di kawasan Jalan Pemuda, Kota Semarang.

Keberadaan baliho calon raja Solo yang terpasang tak jauh dari sebuah mini market itu menarik perhatian warga.

Dalam baliho itu tertulis kalimat “Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangestu Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) PB XIV Karaton Surakarta Hadiningrat”.

Pantauan di lokasi, Rabu (24/6/2026), baliho tersebut berdiri secara vertikal di area antara Indomaret Point dan restoran Korea PPALI PPALI, tepatnya di depan Hotel Grandhika Semarang.

Dalam baliho itu, Pakubuwono XIV tampil mengenakan busana kebesaran Raja Mataram Islam dengan selendang berwarna merah muda melingkari bagian perut.

Meski berada di lokasi yang ramai lalu lalang masyarakat, tidak banyak warga yang mengetahui kapan baliho tersebut mulai terpasang.

Kebanyakan dari mereka tidak mengenal atau mengetahui KGPH Hangabehi merupakan tokoh yang berpengaruh di Keraton Solo.

Seorang juru parkir di kawasan Jalan Pemuda, Ucup, mengaku baliho itu sudah terlihat sejak sekitar satu bulan terakhir. Namun ia tidak mengetahui sosok yang terpampang dalam baliho tersebut.

BACA JUGA: Fakta Lengkap Wafatnya Raja Solo Pakubuwono XIII: Riwayat Sakit, Prosesi Pemakaman, dan Calon Pengganti 

“Sudah ada sekitar sebulan. Tahu-tahu sudah terpasang di situ. Saya juga tidak tahu kalau itu Raja Solo,” kata Ucup di lokasi.

Meski mengira pemasangan baliho itu sudah sebulan terakhir, Ucup tak mengetahui sosok putra tertua PB XIII tersebut.

“Saya tidak tahu kalau itu Raja Solo. Saya biasa di sini jadi tukang parkir sudah lama,” kata Ucup.

Seorang pengemudi ojek online (ojol) yang sedang menunggu orderan tak jauh dari baliho tersebut juga tak mengenali Raja Solo yang dikukuhkan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat itu.

“Tidak kenal (Raja Solo). Saya baru lihat baliho itu baru beberapa hari ini,” kata Arif.