Bank Jateng Banjarnegara Serahkan Bantuan Rp 200 Juta Dukung Program Jamban Sehat

Penyerahan bantuan CSR Rp.200 juta untuk jamban sehat dari Bank Jateng ke Pemkab Banjarnegara. (Bank Jateng)

BANJARNEGARA, 18/1 (beritajateng.tv) – Bank Jateng Cabang Banjarnegara menyerahkan bantuan senilai Rp200 juta kepada Pemkab Banjarnegara untuk pembangunan jamban sehat dalam rangka mendukung program Open Defecation Free (ODF).

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Pemimpin Bank Jateng Cabang Banjarnegara Agus Priyono kepada Kepala Baperlitbang Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo di Balai Desa Tlagawera, Kecamatan Banjarnegara, belum lama ini.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Banjarnegara Agus Priyono menyampaikan, Bank Jateng merupakan bank milik bersama. Dimana dari proses bisnis yang dilakukan, hasilnya dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk penyaluran kredit bunga murah, bantuan sosial kemasyarakatan, dan dukungan kegiatan pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

“Kami turut hadir dalam program ODF di Banjarnegara dan bantuan ini sudah kami serahkan kepada dinas teknis pelaksana kegiatan ODF,” kata Agus ketika membacakan sambutan Pemimpin Bank Jateng Cabang Banjarnegara.

“Semoga apa yang kami berikan, dapat bermanfaat khususnya bagi masyarakat Desa Tlagaweram,” imbuhnya.

Sementara itu Yusuf Agung Prabowo memberikan apresiasi kepada Bank Jateng atas kepeduliannya untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Banjarnegara. Bantuan senilai Rp.200 juta digunakan untuk pembangunan 100 jamban sehat di Kabupaten Banjarnegara.

“Dengan adanya bantuan ini, semoga makin mempercepat menipisnya angka BABS di Kabupaten Banjarnegara,” katanya.

Dia menambahkan, capaian program ODF di Banjarnegara telah mencapai 83,02 persen akses jamban sehat.

Agung juga mengajak kerjasama semua Organiasai Perangkat Daerah, tokoh masyarakat, perangkat desa dan masyarakat untuk mencapai Kabupaten Banjarnegara 100 persen ODF.

Adapun dr. Latifa Hesty P, M.Kes menyampaikan bahwa kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan yang dilakukan oleh masyarakat bukan berarti mereka tidak mampu membuat jamban tapi karena peninggalan pola turun temurun.

“Bukan karena faktor tidak mampu tapi perilakunya yang perlu diubah,” ujarnya

Dr. Latifa juga mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama ikut memberikan pemahaman kepada sebagian masyarakat yang masih melakukan BABS.

“Mari bersama kita berikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak melakukan buang air besar di kolam,” ajaknya

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Tlagawera, Gunawan Wahyu Sudrajat menyampaikan terima kasih atas alokasi bantuan pembangunan 15 jamban sehat di desanya.

“Semoga ini dapat menjadi pemicu bagi masyarakat lain yang mampu untuk membuat jamban sehat secara mandiri,” tambahnya. (*)

editor: ricky fitriyanto

Tinggalkan Balasan