SEMARANG, beritajateng.tv – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) M Iriawan (Iwan Bule) meninjau penjualan Pertamax Green yang lampaui target di SPBU 41.502.02 Sisingamangaraja (depan Akpol) Semarang.
Tinjauan tersebut usai pihaknya mendapat laporan bahwa produk Pertamax Green yang sebulan lalu launching di Semarang melampaui target.
Iriawan mengungkapkan, konsumsi Pertamax Green di Semarang sangat baik hingga saat ini mencapai 1.100 liter per hari untuk ukuran produk nonsubsidi high tier baru.
“Animo permintaan Pertamax Green di Kota Semarang sangat luar biasa, bisa mencapai 1,1 kilo liter (kl) per hari. Prediksi kami awalnya 450 liter per hari. Saya apresiasi kinerja teman-teman di lapangan. Kami harap teman-teman terus bekerja, terus berbuat untuk Pertamina yang kita cintai dan banggakan. Saya titipkan ke teman-teman di lapangan,” tuturnya.
BACA JUGA: Penjualan Pertamax Green 95 Tembus 76 Ribu Liter Sebulan Diluncurkan di Kota Semarang
Selain melakukan pengecekan Pertamax Green, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) juga melakukan pengecekan box pengumpulan minyak jelantah UCollect dan Reverse Vending Machine (RVM). Dua alat ini menjadi program mereduksi sampah botol plastik melalui SPBU.
“Saya bangga dan senang melihat secara kongkrit nyata adanya orang yang memasukan minyak bekas goreng ke UCollect,” kata dia.
“Saya lihat sendiri ada orang memasukan 4,5 liter minyak jelantah sekali transaksi, yang membuat UCollect ini cukup banyak jadi ternyata ini bermanfaat untuk rakyat,” imbuhnya.
Termasuk dengan RVM, lanjut dia, program memasukkan plastik botol bekas yang telah banyak warga manfaatkan.
“Saya tanya tadi ke pengguna, dari mana teman-teman tahu informasi terkait RVM. Ternyata mereka tau dari whatsapp grup di tingkat RT dan RW. Program ini harus berlanjut, agar masyarakat makin tahu ada peluang tambahan dari minyak bekas dan juga botol plastik yang tidak terpakai,” ujarnya.





