SEMARANG, beritajateng.tv – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) bantah isu yang menyebut pengelola Lawang Sewu membuang kucing dari kawasan heritage tersebut.
Sebagai bentuk klarifikasi sekaligus komitmen terhadap kesejahteraan satwa, manajemen Lawang Sewu bahkan menggandeng komunitas pecinta kucing atau cat lovers di Semarang.
KAI Wisata menegaskan bahwa kucing kucing yang hidup di kawasan Lawang Sewu merupakan bagian dari ekosistem. Pihaknya menyebut kucing justru jadi daya tarik wisata yang sudah melekat dengan bangunan bersejarah itu.
Manager of Asset Operation PT Kereta Api Pariwisata, Moedji Setiono, mengatakan pihaknya sangat peduli terhadap keberadaan kucing di area Lawang Sewu.
Menurutnya, pengelola tidak pernah mengeluarkan kebijakan pembuangan kucing seperti yang ramai jadi perbincangan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan dari komunitas cat lovers. Lawang Sewu berkomitmen menjaga keharmonisan antara pelestarian bangunan heritage dengan keberadaan kucing yang sudah menjadi bagian dari daya tarik kawasan ini,” ujar Moedji.
Ia juga membantah kabar mengenai ultimatum pembuangan kucing maupun isu pemecatan petugas terkait persoalan tersebut. Menurutnya, informasi yang beredar tidak sesuai fakta di lapangan.
BACA JUGA: Nostalgia Masa Kecil hingga Wisata Sejarah, Lawang Sewu Jadi Jujugan Wajib Wisatawan di Semarang
“Kami memastikan kesejahteraan kucing di Lawang Sewu tetap terjaga. Mereka bukan sekadar penghuni, tetapi sudah menjadi bagian dari identitas kawasan heritage ini,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, KAI Wisata dan komunitas pecinta kucing sepakat membangun kolaborasi untuk mengelola populasi kucing secara lebih baik.
Langkah yang pihaknya siapkan meliputi edukasi perawatan hewan, peningkatan kesehatan kucing, hingga program sterilisasi untuk pengendalian populasi secara bertanggung jawab.
Keberadaan kucing di kawasan Lawang Sewu selama ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Tidak sedikit wisatawan yang sengaja datang untuk berinteraksi dengan kucing-kucing yang berkeliaran di area bangunan bersejarah tersebut.
Sebagai tindak lanjut kolaborasi, KAI Wisata bersama komunitas cat lovers berencana menggelar sejumlah kegiatan edukatif dan hiburan. Seperti kontes kucing serta kampanye kesadaran tentang kesejahteraan hewan.
“Melalui sinergi dengan komunitas pecinta kucing, kami ingin memastikan keberadaan kucing di Lawang Sewu. Agar tetap sehat, terawat, dan tidak mengganggu pelestarian bangunan heritage,” jelas Moedji.
Ia menambahkan, manajemen Lawang Sewu akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan komunitas pecinta satwa. Agar tercipta kawasan wisata yang ramah hewan sekaligus nyaman bagi pengunjung.
Dengan semangat “More Experience, Elevating Every Journey”. KAI Wisata berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan satwa di ruang publik melalui pendekatan dialog dan kerja sama positif. (*)





