Scroll Untuk Baca Artikel
HeadlineNasionalNews Update

Banyak Jurnalis Terpapar, AMSI Luncurkan Crisis Center COVID-19

×

Banyak Jurnalis Terpapar, AMSI Luncurkan Crisis Center COVID-19

Sebarkan artikel ini

Jakarta, 23/7 (beritajateng.tv) – Media adalah salah satu sektor penting yang tidak berhenti ketika bencana, termasuk ketika pandemi Covid-19. Meskipun banyak media telah menerapkan ketentuan-ketentuan bekerja dari rumah sesuai dengan ketentuan pemerintah, sejumlah kecil tim masih diperlukan untuk menutupi untuk memotret dan melaporkan langsung pada kondisi penanganan pandemi di lapangan.

“Untuk memberikan informasi utuh bagi publik, pekerja media masih perlu mengamati dan mengkonfirmasi realitas di lapangan, tidak cukup hanya melalui zoom atau ruang telepon,” kata Wenseslaus Manggut, ketua umum AMSI di Jakarta (23) .

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tidak terhindarkan, ketika gelombang ketiga pandemi menghantam Indonesia, yang saat ini mencapai 3 juta orang, dan jumlahnya meningkat secara signifikan dalam sebulan terakhir, di antara pasien yang terpapar pada pekerja media dan keluarga mereka. Kondisi ini berdampak pada kelangsungan produktivitas media dalam memenuhi hak informasi publik. Ketika pekerja media diekspos atau keluarga mereka, mereka harus berhenti melakukan pekerjaan lapangan, setidaknya selama satu bulan untuk pemeliharaan dan pemulihan.

Seperti penduduk lain, pekerja media, tidak selalu mudah untuk mendapatkan akses ke layanan kesehatan ketika kondisi puncak pandemi seperti sekarang. Oleh karena itu sebagai organisasi yang menampung 300 media online di Indonesia, AMSI mengambil inisiatif untuk membentuk tim AMSI CRISIS CRISIS COVID-19. Tim akan membantu pekerja media dan keluarga mereka terpapar Covid-19, untuk mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang memadai dan melewati periode pemulihan.

Pusat Krisis AMSI Covid-19 akan memimpin Koordinator Utama, yaitu UPI Asmaradhana (CEO Jaringan KGI), yang melibatkan pengelolaan AMSI dan Daerah Pusat, serta para ahli di bidangnya masing-masing seperti: Dokter, Agamawan, Agamawan dll.

Dokter yang telah menyatakan kemauannya adalah: dr. Tonang Dwi Ardyanto, SPPK, PhD (Direktur Universitas Negeri Begelas Maret, Surakarta), Dr. Khoirul Hadi, SPKK (dokter spesialis di Solo dan Covid-19) yang selamat), Dr. Adib Khumaidi, tempat. (Ketua Idi & Ketua PB yang dipilih dari Asosiasi Dokter Darurat Indonesia), Dr. Mahesa Paranadipa Maicel, MH (Ketua Tim Mitigasi Idi Idligasi Harian & Ketua Komunitas Hukum Kesehatan Indonesia), Dr. Ulul Albab, SPOG. (Sekretaris Jenderal Pogi Jaya).

Psikolog yang mengklaim mendukung tim ini adalah Susiatyo Yuwono, S.Psi., M.Sc. (Ketua Himpsi Solo), tim psikolog Sadari.id, Elok Farida Husnawati, S.Psi. (HRD PT SARANA pengembangan Jawa Tengah (SPJT). Sedangkan dari grup swasta yang bersedia memberikan dukungan adalah Pyridam Farma, dan jaringan Grup Siloam Hospitals.

“Saat ini tim Crisis Center terus mengeksplorasi kerja sama dengan pihak lain,” kata Upi Asmaradhana, koordinator utama Cyni Crisis Centre-19.

Tinggalkan Balasan