Gaya Hidup

Banyak Orang Salah Paham! Ini Rahasia Atur Investasi Uang Gak Zonk

×

Banyak Orang Salah Paham! Ini Rahasia Atur Investasi Uang Gak Zonk

Sebarkan artikel ini
Financial Trainer, Ligwina Hananto dalam podcast Raditya Dika, baru-baru ini. (YouTube/Raditya Dika)
Financial Trainer, Ligwina Hananto dalam podcast Raditya Dika, baru-baru ini. (YouTube/Raditya Dika)

JAKARTA, beritajateng.tv – Mengatur keuangan dengan investasi merupakan salah satu hal yang masyarakat lakukan untuk “menjaga” masa depannya.

Namun, investasi keuangan tidak selalu mudah, terutama bagi mereka yang masih awam. Lantas, bagaimana cara mengatur investasi keuangan yang baik?

Financial Trainer Ligwina Hananto hadir dalam podcast Raditya Dika. Ia mengulas perbedaan sudut pandang antara portfolio management dan financial planning. Pembahasan tersebut membuka wawasan tentang cara masyarakat memetakan tujuan keuangan.

Ligwina menjelaskan latar belakang pendidikannya pada bidang investment management. Ia mempelajari konsep portfolio management sejak kuliah. Dalam teori tersebut, jangka panjang sering dimaknai lebih dari lima tahun. Namun, ia menegaskan pendekatan itu berbeda dalam praktik perencanaan keuangan pribadi.

Menurutnya, financial planning memakai kerangka waktu lebih panjang. Ia menyebut rencana hidup manusia biasanya melampaui sepuluh tahun.

Karena itu, definisi waktu dalam perencanaan keuangan perlu penyesuaian. Jangka Waktu Investasi pun terbagi lebih rinci.

Ia memaparkan bahwa periode kurang dari lima tahun masuk kategori jangka pendek. Rentang lima sampai sepuluh tahun tergolong jangka menengah. Sementara itu, periode lebih dari sepuluh tahun masuk kategori jangka panjang. Penjelasan tersebut membantu masyarakat memahami risiko produk keuangan.

“Karena gini jangka waktu di dalam, aku kan kuliah investment management ya jadi belajar nih portofolio management. Dulu dikasih tahunya jangka panjang itu 5 tahun ke atas,” katanya, seperti beritajateng.tv kutip dari podcast Raditya Dika, Jumat 13 Februari 2026.

BACA JUGA: Di Tengah Persaingan KEK, Investasi Kota Semarang 2025 Tetap Tembus Rp11,1 Triliun

Contoh konkret muncul saat orang tua menyiapkan dana kuliah anak. Kebutuhan lima tahun mendatang sudah masuk kategori menengah. Jika kebutuhan tinggal dua tahun lagi, maka statusnya berubah menjadi jangka pendek. Pergeseran waktu tersebut memengaruhi strategi penempatan dana.