Jateng

Baru Satu Koperasi Merah Putih di Semarang Terima Bantuan Operasional Truk

×

Baru Satu Koperasi Merah Putih di Semarang Terima Bantuan Operasional Truk

Sebarkan artikel ini
Baru Satu Koperasi Merah Putih di Semarang Terima Bantuan Operasional Truk
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop UMKM) Kota Semarang, Margarita Mita Dewi. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah pusat mulai menyalurkan bantuan sarana operasional bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Di Kota Semarang, Koperasi Merah Putih Sampangan menjadi koperasi pertama yang menerima bantuan kendaraan operasional berupa satu unit truk Hino.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Semarang, Margarita Mita Dewi, mengatakan penyaluran bantuan terlaksana secara bertahap dan sesuai dengan kesiapan pembangunan gerai koperasi.

Mita sapaannya, menjelaskan jika penyerahan bantuan operasional langsung dari pusat ketika pembangunan fisik sudah rampung.

“Di Semarang baru KKMP Sampangan karena kan pembangunan gerainya baru satu,” kata Mita.

Menurutnya, pemerintah pusat menetapkan bantuan sarana dan prasarana baru akan terlaksana setelah pembangunan fisik gerai koperasi rampung.

Karena itu, lanjut dia, koperasi lain di Kota Semarang masih menunggu proses pembangunan sebelum menerima bantuan serupa.

“Kalau sudah selesai semuanya kalau gerainya sudah berdiri semuanya, baru nanti serah terima sarprasnya. Sarprasnya ada rak display, kemudian ada motor Tossa. Kemudian yang truk itu toh, Truk Hino itu satu,” terangnya.

Selain KKMP Sampangan, terdapat tiga koperasi yang kini memasuki tahap kedua pembangunan gerai, yakni KKMP Tugurejo, KKMP Lamper Tengah, dan KKMP Wonolopo.

BACA JUGA: Punya Viar hingga Truk, Omzet Koperasi Merah Putih Sampangan Tembus Rp64 Juta Sebulan 

Mita menjelaskan, ketiga lokasi tersebut telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis sehingga dapat melanjutkan proses pembangunan.

“KKMP Tugurejo, Lamper Tengah, dan Wonolopo masuk tahap kedua pembangunan. Saat ini seluruh persiapan lahannya sudah siap,” ujarnya.

Ia mengatakan, lokasi pembangunan gerai harus melalui proses verifikasi lapangan sebelum di setujui. Verifikasi tersebut untuk memastikan lahan memenuhi seluruh persyaratan yang pemerintah tetapkan.

“Lokasi yang Kopdes gunakan harus sudah melalui proses verifikasi. Selain luas lahan, kondisi kontur tanah juga melalui pemeriksaan. Lahan tidak boleh berada di area yang membutuhkan pengerukan besar atau memiliki kemiringan yang menyulitkan pembangunan,” terangnya.

Selain itu, lahan yang terpilih wajib berupa lahan kosong dengan luas minimal 600 meter persegi dan tidak berada di kawasan penghijauan maupun lokasi yang mengharuskan pembongkaran bangunan.

“Persyaratannya jelas, lahannya minimal 600 meter persegi, berupa lahan kosong, dan bukan kawasan penghijauan. Semua itu menjadi syarat sebelum pembangunan bisa terlaksana,” katanya.

Mita menambahkan, setiap kecamatan hanya mendapat satu gerai KKMP sebagai bagian dari program nasional penguatan koperasi berbasis kelurahan.

Ia berharap pembangunan tiga gerai yang kini memasuki tahap kedua dapat segera rampung sehingga bantuan operasional dari pemerintah pusat bisa segera tersalurkan.

“Kalau pembangunan selesai, seluruh bantuan sarana operasional akan langsung kita serahkan. Agar koperasi bisa segera memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp