SEMARANG, beritajateng.tv – Poster bertuliskan “Gubernur Ora Tau Kerjo” dan spanduk bergambar Presiden RI Prabowo Subianto bertuliskan “Kami Butuh Pangan Bukan Tambang” mewarnai aksi unjuk rasa Aliansi Jateng Guyub di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 22 Juli 2026 sore.
Massa yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah bergantian menyampaikan orasi. Mereka membawa beragam tuntutan, mulai dari persoalan lingkungan, konflik agraria, hingga kriminalisasi terhadap petani dan pejuang lingkungan.
Koordinator Aliansi Jateng Guyub, Joko Priyanto mengatakan, aksi yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut memang mengangkat sejumlah persoalan di Jawa Tengah.
Namun, menurutnya, kriminalisasi terhadap petani menjadi isu paling mendesak yang harus segera mendapat perhatian pemerintah.
“Sebenarnya kalau bicara tuntutan itu kita banyak. Tapi kawan-kawan yang tergabung dalam Jateng Guyub ini saat ini punya fokus pada persoalan lingkungan, persoalan agraria, dan kriminalisasi terhadap petani di daerah Jawa Tengah. Fokus isu kita untuk aksi tiga hari ke depan ini adalah hal-hal tersebut,” ujar Joko saat beritajateng.tv temui di sela aksi.
BACA JUGA: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Tegal Business Forum Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni
Dari berbagai persoalan tersebut, Joko menilai kriminalisasi terhadap petani dan pejuang lingkungan merupakan kondisi yang paling darurat.
“Tuntutan yang menurut kami darurat untuk disuarakan itu tentang kriminalisasi. Ada kawan-kawan dari Kendal yang dikriminalisasi, kemudian Pati, Rembang, dan Blora. Dan saat ini yang sudah ditangkap itu kawan dari Blora,” sambungnya.
Joko menjelaskan, kasus yang menimpa warga Blora berawal dari pembangunan jalan yang akan digunakan sebagai akses masyarakat setempat. Namun, proses pembangunan tersebut justru berujung pada proses hukum.
“Itu soal membangun akses jalan tapi ditangkap polisi hutan. Padahal sebenarnya membangun jalan itu untuk akses penduduk lokal,” tuturnya.
Adapun peserta aksi yang hadir pada hari pertama berasal dari sedikitnya 15 kabupaten di Jawa Tengah.





