Jateng

Bayi Kembar Siam Asal Jepara Berhasil Dipisahkan, Kini Pulang Jalani Pemulihan

×

Bayi Kembar Siam Asal Jepara Berhasil Dipisahkan, Kini Pulang Jalani Pemulihan

Sebarkan artikel ini
bayi kembar
Bayi kembar siam asal Kabupaten Jepara setelah berhasil menjalani operasi pemisahan di RSUP Dr. Kariadi Semarang, Jumat, 21 Agustus 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Kondisinya saat ini stabil, bagus. Tapi memang nantinya akan membutuhkan suatu proses lebih panjang lagi karena harus kita rekonstruksi ulang bagian bawah,” ujar Agoes.

Operasi tersebut melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, anak, bedah anak, anestesi, urologi, bedah plastik, hingga ortopedi. Tenaga farmasi klinik dan ahli gizi juga turut terlibat.

dr. Agoes menyebut Shayna dan Shazia merupakan kasus kembar siam keempat yang ditangani RSUP Dr. Kariadi. Tidak semua kembar siam dapat dipisahkan, terutama apabila terdapat organ vital seperti jantung yang menyatu.

Pulang ke Jepara, Perawatan Berlanjut

Setelah menjalani perawatan pascaoperasi, Shayna dan Shazia RSUP Dr. Kariadi serahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, mengatakan pihaknya akan melanjutkan perawatan Shayna dan Shazia melalui layanan kesehatan di daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jepara, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk Pak Direktur Utama dan segenap tim multidisiplin yang telah berjuang sekian lama,” ujar Hadi.

Dinas Kesehatan Jepara akan mengoptimalkan perawatan berkelanjutan dengan melibatkan puskesmas serta perangkat daerah terkait agar kondisi dan tumbuh kembang kedua bayi tetap terpantau.

Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi Semarang, dr. Agus Akhmadi, menegaskan kepulangan tersebut bukan berarti rangkaian pelayanan medis telah selesai.

“Karena harus ada serah terimanya. Di sana dia harus terjaga dengan baik. Nanti waktunya dia akan kembali ke Kariadi lagi untuk tindakan lebih lanjut,” kata dr. Agus.

Menurutnya, kondisi kedua bayi harus terus dipantau, terutama untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi dan mencegah infeksi.

“Gizinya terjaga, tidak boleh infeksi dan sebagainya itu harus terjaga betul. Sehingga nanti pada waktu kembali ke Kariadi lagi, kita bisa lebih siap untuk melakukan tahap selanjutnya,” ujarnya.

RSUP Dr. Kariadi memperkirakan biaya penanganan mencapai sekitar Rp200 juta untuk masing-masing bayi. Biaya yang tidak ditanggung BPJS disebut ditanggung rumah sakit.

Orang Tua Bersyukur, Biaya Tak Jadi Penghalang