SEMARANG, beritajateng.tv – Bayi kembar siam asal Kabupaten Jepara, Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely, akhirnya pulang ke kampung halaman setelah berhasil menjalani operasi pemisahan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Kedua bayi tersebut lahir dengan kondisi kembar siam jenis ischiopagus tetrapus, yakni mengalami perlekatan pada bagian panggul dengan empat kaki. Shayna dan Shazia lahir pada 12 Januari 2025. Kondisi kembar siam keduanya bahkan sudah sejak masih berada di dalam kandungan.
Pemisahan baru terlaksana ketika keduanya berusia sekitar 1 tahun 6 bulan karena tim medis membutuhkan waktu untuk mempersiapkan kondisi organ yang akan terpisahkan. Setelah menjalani pemeriksaan, perawatan, dan persiapan medis selama lebih dari satu tahun.
Karena kompleksitas tersebut, penanganan terlaksana secara bertahap sebelum operasi pemisahan utama. Operasi pemisahan pada 28 Juli 2026.
Dokter Spesialis Bedah Anak RSUP Dr. Kariadi, dr. Agoes Wibisono, Sp.BA, FIAPS, mengatakan tim medis harus melakukan berbagai tindakan sebelum operasi utama dilakukan.
“Untuk proses operasi pemisahan itu operasi memakan waktu kurang lebih 12 jam. Tapi sebelum melakukan pemisahan, kita melakukan beberapa operasi sebelumnya,” kata dr. Agoes pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Tantangan terbesar dalam operasi ini adalah kondisi kandung kemih Shayna dan Shazia yang menyatu. Pemeriksaan menggunakan endoskopi dan pencitraan juga terlaksana untuk memetakan organ kedua bayi. Termasuk ginjal, saluran kemih, serta organ reproduksi.
“Kandung kemihnya menjadi satu. Jadi, sebagai dasar pemutusan bagaimana kita bisa membagi dua kandung kemih tersebut,” jelas dr. Agoes.
BACA JUGA: Alih-alih Suka Main Gawai, Begini Kisah Dalang Cilik Kembar Satya dan Satria Geluti Dunia Seni Wayang Kulit
Langkah tersebut penting karena saluran pencernaan bagian bawah keduanya memiliki struktur yang menyatu. Tim juga memasang tissue expander untuk memperluas jaringan kulit sehingga dapat berguna untuk menutup bagian tubuh setelah pemisahan.
Setelah berhasil dipisahkan, kondisi Shayna dan Shazia dinyatakan stabil. Namun, keduanya masih harus menjalani pemantauan dan tindakan lanjutan, termasuk rekonstruksi bagian bawah tubuh.





