SEMARANG, beritajateng.tv – Operasional Puskesmas Pegandan di Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, membawa perubahan besar pada wajah lingkungan sekitarnya.
Seiring mulai beroperasinya layanan kesehatan Puskesmas Pegandan, keberadaan bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang kumuh itu rencananya akan ada pembongkaran.
Camat Gajahmungkur, Puput Pudyatmoki mengatakan Puskesmas Pegandan resmi mulai melayani masyarakat sejak Senin, 19 Januari 2026. Dengan beroperasinya fasilitas kesehatan itu, area di sekitarnya harus steril dan bebas dari aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
“Puskesmas Pegandan sudah mulai beroperasi sejak Senin kemarin. Tentunya TPS yang ada di depan puskesmas harus kita pindahkan. Karena lingkungan puskesmas harus bersih, steril, dan secara estetika juga bagus,” ujar Puput.
BACA JUGA: Cegah Sampah Menggunung Lagi, Pemkot Semarang Pasang Pagar dan CCTV di TPS Muktiharjo Kidul
Menurutnya, keberadaan TPS tepat di depan puskesmas tidak sejalan dengan standar kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain menimbulkan bau dan pemandangan yang kurang nyaman, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau di depan puskesmas masih ada TPS, tentu tidak sesuai. Karena itu kami sepakat untuk membongkar dan memindahkannya,” jelasnya.
Ke depan, area depan Puskesmas Pegandan rencananya akan di tata ulang. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan menyiapkan konsep ruang terbuka berupa taman dan area parkir dengan kapasitas terbatas, sehingga kawasan puskesmas terlihat lebih rapi dan nyaman bagi pengunjung.
“Nantinya di bagian depan akan dibuat taman dan ada area parkir. Untuk bagian belakang puskesmas akan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional, termasuk rencana Koperasi Merah Putih,” kata Puput.
Terkait pemindahan TPS, Puput menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang. Hasil rapat menyepakati bahwa sampah sementara dialihkan ke TPS Tumpang yang lokasinya relatif tidak jauh dari Sampangan.
“Sementara sampah kita geser ke TPS Tumpang. Ke depan, kami ingin membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat atau KSM, sehingga permasalahan sampah di Kelurahan Sampangan bisa selesai tanpa TPS,” ujarnya.
Melalui skema KSM, pengelolaan sampah akan terlaksana dengan sistem jemput dari rumah warga. Sampah yang terkumpul kemudian langsung di bawa ke Tempat Pemrosesan Akhir Jatibarang, tanpa harus menumpuk di TPS lingkungan.
“Harapannya tidak perlu lagi ada TPS. Sampah diambil langsung dari rumah warga dan dibawa ke TPA Jatibarang,” tambahnya.
Tak Boleh Ada Aktivitas di Bekas TPS
Puput menegaskan, selama proses pembongkaran TPS, tidak ada lagi aktivitas pembuangan sampah di depan Puskesmas Pegandan.
Seluruh pengangkutan sampah telah beralih ke TPS Tumpang untuk mencegah gangguan selama puskesmas beroperasi.
Saat ini, Puskesmas Pegandan sudah berjalan secara fungsional untuk melayani masyarakat. Namun, peresmian resmi bangunan tersebut masih menunggu jadwal dari Pemerintah Kota Semarang.
“Pembangunan puskesmas ini berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama satu lantai selesai pada 2024, lalu tahap kedua pengerjaan hingga Desember 2024. Secara fungsi sudah berjalan, tetapi peresmian dari Pemkot masih menunggu waktu,” jelas Puput.
Ia menambahkan, pihak kecamatan menargetkan pembongkaran TPS dapat selesai dalam waktu dekat. Agar wajah Puskesmas Pegandan benar-benar siap sebagai fasilitas layanan kesehatan yang bersih dan representatif.
“Minggu ini kami upayakan TPS sudah di bongkar. Di Sampangan nanti tidak ada TPS, langsung di kelola lewat KSM ke rumah warga,” pungkasnya. (*)
Editor : Elly Amaliyah





