Jateng

Terancam Longsor, Warga Blora Bertahan di Rumah dengan Penyangga Bambu

×

Terancam Longsor, Warga Blora Bertahan di Rumah dengan Penyangga Bambu

Sebarkan artikel ini
Kondisi Rumah Suparlan, Warga Mlangsen, Blora terancam longsor. (Heri/beritajateng.tv)
Kondisi Rumah Suparlan, Warga Mlangsen, Blora terancam longsor. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Ancaman tanah longsor masih menghantui warga di Jalan Mangga RT 09 RW 02, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Meski berisiko tinggi, seorang warga bernama Suparlan memilih bertahan di rumahnya dengan memasang penyangga bambu. Ironisnya, satu rumah di sampingnya telah hilang terseret longsor dan kini hanya menyisakan pondasi.

Suparlan mengatakan, peristiwa longsor tersebut terjadi sekitar tiga tahun lalu dan berlangsung secara bertahap selama kurang lebih satu minggu hingga akhirnya satu rumah ambruk dan hilang.

“Longsornya pelan-pelan, sekitar seminggu. Sampai akhirnya rumah itu benar-benar hilang,” ujar Suparlan, Rabu, 23 Januari 2026.

Ia menyebut, longsor dipicu gerombolan bambu yang terbawa arus Sungai Lusi. Bambu tersebut tersangkut dan menarik bangunan rumah yang berada di tepi sungai hingga roboh.

BACA JUGA: Tanah Longsor Dominasi Bencana di Semarang Sepanjang 2025, BPBD Catat 160 Kejadian

Meski tinggal di kawasan rawan, Suparlan mengaku tak punya pilihan lain. Rumah tersebut menjadi satu-satunya aset yang ia miliki untuk tinggal bersama keluarga.

“Karena tidak punya tempat lain, saya bertahan di sini. Saya pasang bambu supaya rumah tetap seimbang,” katanya.

Suparlan berharap rumpun bambu di belakang rumahnya tidak ikut longsor. Saat ini, jarak antara titik longsor dengan rumahnya diperkirakan sekitar 70 meter.

Sementara itu, Lurah Mlangsen Evi Kartikasari membenarkan bahwa longsor di kawasan Jalan Mangga sudah terjadi sejak tahun 2023.

BACA JUGA: Tanah Longsor Terjang 1 Keluarga di Purworejo, 4 Orang Meninggal Dunia

Ia mengatakan, pihak kelurahan terus mengajukan permohonan bantuan ke berbagai pihak agar segera ada penanganan.

“Kami selalu mengusulkan dan memperbarui permohonan bantuan agar segera ditangani, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Evi.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan permanen, mengingat ancaman longsor masih mengintai dan membahayakan keselamatan warga sekitar. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp