News Update

Belajar dari Al Khoziny, Prabowo Berikan Perhatian Khusus Terhadap Seluruh Bangunan Pesantren di Indonesia

×

Belajar dari Al Khoziny, Prabowo Berikan Perhatian Khusus Terhadap Seluruh Bangunan Pesantren di Indonesia

Sebarkan artikel ini
prabowo subianto
Prabowo Subianto. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al Khoziny cukup mengundang banyak perhatian publik.

Peristiwa ambruknya bangunan mushala di Pondok Pesantren tersebut membuat puluhan santri terjebak bahkan ada yang meninggal dunia.

Beberapa dari mereka mirisnya sampai tidak terdeteksi identitasnya karena tubuh yang sudah remuk.

Masalah tersebut tentu membuat Presiden Prabowo Subianto akhirnya turun tangan.

BACA JUGA: Bank Jateng Berkolaborasi dengan Stakeholder Properti, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Beliau memberikan perhatian khusus dengan memberikan arahan kepada para menteri dan kepala daerah untuk mengadakan evaluasi pada setiap bangunan pesantren.

Prabowo juga meminta untuk melakukan. Data dan verifikasi atas setiap keamanan infrastruktur Pondok Pesantren.

Semua itu bertujuan supaya mencegah terjadinya musibah serupa sehingga pesantren mampu menjadi tempat yang aman untuk menempuh pendidikan.

Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo

Dari musibah ambruknya bangunan mushala tersebut banyak orang tua yang mulai khawatir dengan keberadaan anaknya di Pondok Pesantren.

Namun beberapa dari mereka ada yang ikhlas akan musibah yang terjadi karena mereka yakin bahwa semua itu merupakan takdir dari Allah SWT.

Ambruknya mushala Al Khoziny terbilang cukup tragis karena ada banyak korban puluhan santri yang tertimbun.

Pasalnya, musibah ini terjadi ketika para santri sedang melaksanakan ibadah sholat berjamaah sehingga tidak sempat untuk melarikan diri.

Namun ada beberapa santri yang berhasil keluar dari area mushala sehingga cederanya tidak terlalu parah.

BACA JUGA: PGRI Jateng Desak Hak-Tunjangan Guru Ditegaskan dalam RUU Sisdiknas: Baik Negeri dan Swasta

Dibalik peristiwa ini ada banyak keajaiban yang terjadi salah satunya kisah santri bernama Fatih.

Ia menyampaikan bahwa selama tubuhnya berasa di bawah reruntuhan puing-puing ia seperti sedang tidur dan sesekali masih bisa melaksanakan sholat.

Tak hanya itu, ada banyak kisah inspiratif lainnya yang juga terjadi pada santri lain.

Banyak orang tua yang berharap bahwa peristiwa ini merupakan yang pertama dan terakhir dalam dunia pendidikan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran