SEMARANG, beritajateng.tv – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang mulai mencari strategi baru untuk mendorong pelaku UMKM, khususnya sektor kerajinan, agar mampu berkembang lebih jauh dan memiliki daya saing.
Salah satu langkahnya yakni mempelajari pola pengembangan UMKM yang telah Dekranasda Kabupaten Badung, Bali terapkan.
Di bawah kepemimpinan Plh Ketua Umum Dekranasda Kota Semarang Vianney Ratna Manikamawi, rombongan Dekranasda Kota Semarang melakukan kunjungan dan bertukar pengalaman dengan Dekranasda Kabupaten Badung.
Nana, sapaan Vianney Ratna Manikamawi, mengatakan kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berbagi informasi. Dekranasda Semarang ingin mempelajari strategi pengembangan kerajinan berbasis komunal yang telah berjalan di Badung.
“Kami mempelajari secara mendalam strategi pelaksanaan program pengembangan kerajinan berbasis komunal atau kerakyatan yang telah berjalan sukses di Badung,” ujar Nana usai kunjungan.
Menurut Nana, pengalaman Badung dapat menjadi referensi bagi Semarang dalam memperkuat pembinaan pelaku UMKM. Terutama dalam meningkatkan kualitas produk dan kapasitas para perajin.
Dekranasda Kota Semarang juga ingin mengembangkan kerajinan yang tetap mengangkat kearifan lokal. Dengan begitu, produk yang Semarang hasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa identitas daerah.
Beberapa aspeknya mencakup pembinaan kualitas produk, peningkatan kapasitas perajin, serta strategi pemasaran dan promosi.
“Pengalaman tersebut akan menjadi acuan dalam menyusun program pembinaan pengrajin di Semarang,” kata Nana.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Dekranasda Kota Semarang untuk meningkatkan kapasitas UMKM. Program pengembangan UMKM juga diharapkan ikut mendukung target Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan perekonomian daerah pada 2027.
Nana menilai pertukaran pengalaman dengan daerah lain penting agar program pembinaan UMKM tidak berjalan dengan pola yang sama. Semarang dapat mengambil praktik yang dinilai relevan, kemudian menyesuaikannya dengan karakter pelaku usaha dan potensi lokal.
BACA JUGA: Produk UMKM Mejeng di Hotel Semarang, Strategi Dekranasda Promosikan UMKM Lokal
Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Rasniathi Adi Arnawa menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyebut pertemuan antara kedua daerah dapat menjadi ruang untuk saling belajar dan membuka peluang kolaborasi.
“Semoga diskusi hari ini saling memperkaya wawasan dan membuka jalan kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kami berharap semua pembelajaran yang kami peroleh ini dapat berjalan dengan baik di Semarang,” ujarnya.
Tak hanya berdiskusi dengan Dekranasda Kabupaten Badung, rombongan Dekranasda Kota Semarang juga melihat langsung pengelolaan usaha kerajinan di Bali.
Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni atelier sepatu handmade milik perajin dan desainer asal Bali, Ni Luh Djelantik.
Atelier tersebut telah memproduksi sepatu wanita berkualitas tinggi selama sekitar 20 tahun. Produk yang pihaknya hasilkan tidak hanya menyasar konsumen lokal, tetapi juga telah memiliki pelanggan dari mancanegara.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Dekranasda Semarang untuk melihat bagaimana produk kerajinan berkembang hingga mampu mempertahankan pasar dalam jangka panjang.
Rombongan kemudian mengunjungi Love Anchor Market dan Tropical Life di Canggu. Kedua lokasi tersebut terkenal sebagai pasar dengan konsep boho-chic yang menawarkan beragam produk kreatif.
Di dalamnya terdapat puluhan gerai yang menjual perhiasan handmade, pakaian pantai, dekorasi rumah, hingga suvenir.
Kunjungan ke dua pasar tersebut juga memiliki tujuan yang lebih spesifik. Dekranasda Kota Semarang ingin mencari referensi untuk pengembangan Toko Orang Semarang atau TORANG.
TORANG di arahkan menjadi pusat oleh-oleh yang menawarkan berbagai produk khas Kota Semarang. Konsep pasar kreatif di Bali menjadi salah satu referensi yang terlihat untuk mengembangkan tempat tersebut.
Dengan berbagai pembelajaran itu, Dekranasda Kota Semarang berharap pengembangan UMKM tidak berhenti pada peningkatan produksi. Pelaku usaha juga perlu mendapat dukungan dalam membangun kualitas produk, pemasaran, serta memperluas akses pasar. (*)





