Jateng

Belajar Kerajinan dan Pasar Kreatif di Bali, Dekranasda Semarang Cari Jurus Baru Kembangkan UMKM

×

Belajar Kerajinan dan Pasar Kreatif di Bali, Dekranasda Semarang Cari Jurus Baru Kembangkan UMKM

Sebarkan artikel ini
Belajar Kerajinan dan Pasar Kreatif di Bali, Dekranasda Semarang Cari Jurus Baru Kembangkan UMKM
Plh Ketua Umum Dekranasda Kota Semarang Vianney Ratna Manikamawi, rombongan Dekranasda Kota Semarang melakukan kunjungan dan bertukar pengalaman dengan Dekranasda Kabupaten Badung. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang mulai mencari strategi baru untuk mendorong pelaku UMKM, khususnya sektor kerajinan, agar mampu berkembang lebih jauh dan memiliki daya saing.

Salah satu langkahnya yakni mempelajari pola pengembangan UMKM yang telah Dekranasda Kabupaten Badung, Bali terapkan.

Di bawah kepemimpinan Plh Ketua Umum Dekranasda Kota Semarang Vianney Ratna Manikamawi, rombongan Dekranasda Kota Semarang melakukan kunjungan dan bertukar pengalaman dengan Dekranasda Kabupaten Badung.

Nana, sapaan Vianney Ratna Manikamawi, mengatakan kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berbagi informasi. Dekranasda Semarang ingin mempelajari strategi pengembangan kerajinan berbasis komunal yang telah berjalan di Badung.

“Kami mempelajari secara mendalam strategi pelaksanaan program pengembangan kerajinan berbasis komunal atau kerakyatan yang telah berjalan sukses di Badung,” ujar Nana usai kunjungan.

Menurut Nana, pengalaman Badung dapat menjadi referensi bagi Semarang dalam memperkuat pembinaan pelaku UMKM. Terutama dalam meningkatkan kualitas produk dan kapasitas para perajin.

Dekranasda Kota Semarang juga ingin mengembangkan kerajinan yang tetap mengangkat kearifan lokal. Dengan begitu, produk yang Semarang hasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa identitas daerah.

Beberapa aspeknya mencakup pembinaan kualitas produk, peningkatan kapasitas perajin, serta strategi pemasaran dan promosi.

“Pengalaman tersebut akan menjadi acuan dalam menyusun program pembinaan pengrajin di Semarang,” kata Nana.

Langkah tersebut sejalan dengan visi Dekranasda Kota Semarang untuk meningkatkan kapasitas UMKM. Program pengembangan UMKM juga diharapkan ikut mendukung target Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan perekonomian daerah pada 2027.

Nana menilai pertukaran pengalaman dengan daerah lain penting agar program pembinaan UMKM tidak berjalan dengan pola yang sama. Semarang dapat mengambil praktik yang dinilai relevan, kemudian menyesuaikannya dengan karakter pelaku usaha dan potensi lokal.

BACA JUGA: Produk UMKM Mejeng di Hotel Semarang, Strategi Dekranasda Promosikan UMKM Lokal