“Jadi kita lebih efektif menggunakan roda dua. Termasuk Striking Force Brimob pun pakai kendaraan roda dua. Itu bagian dari tim urai. Jadi untuk jaminan keamanan tidak hanya untuk menciptakan efek deterren kepada pelaku kejahatan, tetapi kita juga fungsikan untuk mengurai jalur,” tandasnya
Terkait ancaman teror selama periode Nataru, Kapolda meminta masyarakat tidak khawatir. Dirinya telah memerintahkan jajaran untuk memperkuat deteksi dini sehingga kejadian seperti di Astana Anyar Jawa Barat, tidak terulang.
“Sudah dilakukan koordinasi dengan Densus 88 dan BNPT. Langkah-langkah juga sudah dilakukan. Polda Jateng menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melaksanakan mudik, merayakan natal maupun libur tahun baru,” pungkasnya. (Ak/EL)





