Jateng

Belum Ada Tindak Pidana Kasus Sate Maut di Boyolali, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

×

Belum Ada Tindak Pidana Kasus Sate Maut di Boyolali, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Sebarkan artikel ini
polda jateng | Polri SPPG
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, saat dijumpai di Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 1 Juni 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kasus kematian seorang perempuan berinisial A (57) di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali masih dalam penyelidikan kepolisian.

Perempuan paruh baya tersebut meninggal dunia setelah menyantap sate ayam yang seorang kurir ojek online antarkan ke rumahnya pada Senin, 18 Mei 2026.

Keluarga korban kemudian melaporkan sejumlah kejanggalan. Selain tidak mengetahui identitas pengirim sate tersebut, keluarga juga menemukan lima ekor ayam mati setelah memakan sisa bumbu sate milik korban.

Belakangan, keluarga turut menyoroti identitas pemesan yang menggunakan nama anak kandung korban saat mengirim paket makanan tersebut. Kecurigaan pun mengarah pada kemungkinan adanya unsur pidana di balik kematian korban.

Untuk mengungkap penyebab kematian secara pasti, penyidik bersama tim forensik telah melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban pada Sabtu, 30 Mei 2026.

BACA JUGA: Jelang Idul Adha, Perajin Tusuk Sate di Blora Kebanjiran Order, Pesanan Tembus 15 Ribu per Hari

Hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik kini masih menunggu proses analisis lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan penyidik Polres Boyolali telah melaksanakan ekshumasi atau pembongkaran makam korban untuk kepentingan penyelidikan.

Artanto menuturkan, langkah tersebut penyidik lakukan usai berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang sebelumnya melaporkan sejumlah kejanggalan terkait kematian A.

“Penyidik Polres sudah melaksanakan ekshumasi dan hal itu hasil koordinasi dengan pihak keluarga,” ujar Artanto saat beritajateng.tv jumpai di Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 1 Juni 2026 sore.

Polisi Tunggu Hasil VER dan Toksikologi Forensik

Artanto menjelaskan proses penyelidikan kini memasuki tahap pemeriksaan forensik. Tim dokter masih menyusun Visum et Repertum (VER) mayat serta melakukan pemeriksaan toksikologi guna mengetahui penyebab kematian korban.

Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi penyidik sebelum mengambil kesimpulan mengenai penyebab kematian perempuan asal Boyolali tersebut.

“Dan hasil dari ekshumasi kita menunggu juga karena pihak dokter juga melaksanakan kegiatan VER mayat dan toksikologi forensik dengan dugaan-dugaan penyebab kematian apa yang telah disampaikan oleh pihak keluarga kepada penyidik,” katanya.

Artanto menegaskan hasil pemeriksaan ilmiah tersebut masih menjadi fokus utama penyidik sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Polisi Belum Simpulkan Ada Tindak Pidana

Meski keluarga korban menaruh curiga terhadap kemungkinan adanya unsur pidana, kepolisian hingga kini belum menyimpulkan apakah kematian korban berkaitan dengan tindak kejahatan atau penyebab lainnya.

Artanto mengatakan penyidik masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan toksikologi forensik sebelum mengambil kesimpulan resmi.

“Tentunya kita belum dapat menyampaikan apakah ini ada tindak pidana atau mungkin karena kematian biasa. Karena harus ada hasil dari VER mayat dan toksikologi forensik tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh dugaan yang berkembang saat ini masih memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium.

Polisi Dalami Kiriman Sate Misterius hingga Kematian Lima Ekor Ayam

Selain menunggu hasil forensik, penyidik juga terus mendalami berbagai informasi yang muncul setelah kematian korban. Termasuk soal kiriman sate misterius yang diterima sehari sebelum korban meninggal.

Artanto menyebut informasi tersebut masih menjadi bagian dari rangkaian fakta yang harus dicocokkan dan diverifikasi oleh penyidik.

“Tentunya hal tersebut merupakan salah satu informasi yang harus didalami oleh penyidik dan penyidik mempunyai tanggung jawab untuk mensinkronkan linimasa maupun kronologis suatu peristiwa menjadi suatu kejadian yang faktanya seperti apa,” tutur Artanto.

BACA JUGA: Libur Panjang Idul Adha 2026, Pertamina Jamin Pasokan BBM dan LPG di Jateng-DIY Aman

Tak cuma itu, penyidik juga tidak mengabaikan informasi lain yang berkembang di masyarakat. Termasuk laporan mengenai lima ekor ayam yang mati setelah memakan sisa bumbu sate milik korban.

Artanto menuturkan, seluruh informasi yang berkaitan dengan kematian korban akan menjadi bahan penyelidikan untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

“Semua informasi akan kita tampung dan kita akan melakukan penyelidikan,” tandas dia. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp