BLORA, beritajateng.tv – Menjelang Hari Raya Idul Adha, perajin tusuk sate rumahan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kebanjiran pesanan.
Bahkan, jumlah order tersebut meningkat hingga mencapai 15 ribu tusuk sate per hari.
BACA JUGA: Melawat ke Solo, Pemkab Promosikan Barongan dan Sate Blora di Event Mangkunegaran
Lastri, salah satu perajin tusuk sate, warga Dukuh Punggur, Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, mengaku kewalahan memenuhi banyaknya permintaan menjelang Idul Adha tahun ini.
Biasanya, Lastri hanya memproduksi sekitar 10 ribu tusuk sate per hari. Namun, kini jumlah pesanan meningkat hingga tembus 15 ribu tusuk per hari.
BACA JUGA: Kisah Inspiratif Relawan SPPG Blora: Dulu Penjual Sate Jamur, Kini “Ibu Dapur” MBG
“Menjelang Idul Adha pesanan meningkat, jadi kewalahan memenuhi permintaan,” ujar Lastri, Selasa, 19 Mei 2026.
Dalam proses produksi, Lastri dibantu suami dan ibunya. Untuk mempercepat pekerjaan, mereka juga menggunakan mesin pembelah bambu dan mesin peruncing tusuk sate.
BACA JUGA: Sempat Ingin Jadi Lawyer, Arief Muhammad Kini Sukses Jualan Sate hingga Punya 100 Cabang
Meski permintaan meningkat, Lastri saat ini hanya melayani pesanan untuk wilayah Kabupaten Blora.
Sementara itu, tusuk sate hasil produksinya dijual dengan harga Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per seribu tusuk. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





