“Harapannya nanti itu menjadi tugas kader-kader di desa. Jadi ketika teman-teman dinas perumahan turun ke desa, mau ada program perumahan atau permukiman, itu cukup lewat Posyandu,” jelasnya.
Tak hanya perumahan, Posyandu juga harapannya menjadi pintu masuk pengaduan terkait infrastruktur dasar. “Termasuk urusan pekerjaan umum, seperti air bersih, jalan lingkungan, dan lainnya. Itu semua ada,” ujar Nadi.
Di bidang pendidikan, Posyandu juga diarahkan untuk menampung layanan pendidikan usia dini dan literasi dasar. “Pendidikan PAUD misalnya. Pengaduan atau layanan terkait itu nanti bisa di Posyandu,” katanya.
BACA JUGA: Asyiknya Liburan di Night Market Ngarsopuro Solo, Berderet Wisata Kuliner hingga Atraksi Jalanan
Namun demikian, Nadi menegaskan Posyandu tidak melayani seluruh urusan administrasi kependudukan. “Kalau ngurus KTP, KK, itu enggak. Posyandu enggak sampai ke sana,” tegasnya.
Menanggapi kemungkinan integrasi Posyandu dengan program lain seperti Bina Keluarga Balita (BKB) milik BKKBN, Nadi menegaskan Posyandu tetap berdiri sendiri. Meski begitu, ia membuka ruang sinergi dengan layanan pendidikan dan literasi.
“Kalau dulu kita kenal posyandu integrasi, sekarang ini Posyandu harus berdiri sendiri. Nanti kalau kaitannya dengan PAUD, Posyandu bisa punya kegiatan pendidikan. Misalnya taman baca atau kegiatan literasi di Posyandu,” katanya.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Nadi menyebut Posyandu ke depan berpotensi terlibat, meski saat ini fokus MBG masih di sekolah.
“Ke depan pasti seperti itu. Cuman MBG saat ini kan masih konsen ke sekolah,” ujarnya singkat.
Target Kecamatan Berdaya Menyeluruh di 2026
Selain Posyandu, pihaknya juga menyiapkan program Kecamatan Berdaya sebagai prioritas 2026. Program ini menyasar kelompok masyarakat rentan dan penguatan layanan di tingkat kecamatan.
Ia menyebut, target Gubernur Jawa Tengah pada 2026 seluruh kecamatan di Jawa Tengah masuk dalam skema Kecamatan Berdaya.
“Sekarang ini Kecamatan Berdaya sudah ditetapkan 142 kecamatan. Harapannya tahun 2026 seluruh kecamatan menjadi Kecamatan Berdaya,” ujarnya.





